SIDOMULYO, Radar Jember – Jalur Gumitir kembali memakan korban kecelakaan. Kali ini sebuah truk gandeng bermuatan kayu sengon mengalami kecelakaan setelah rem kendaraan tiba-tiba tidak berfungsi saat melintas di jalan menurun dan berliku.
Kecelakaan tersebut terjadi di jalan nasional penghubung Jember – Banyuwangi, tepatnya di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Rabu (11/3) sekitar pukul 21.00.
Truk Fuso gandeng bernomor polisi N 9739 UV yang disopiri Syukur Prayudi 61, warga Kediri, melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember dengan muatan kayu sengon. Saat melintasi jalur menurun dan menikung di depan pintu stasiun pemancar RRI Gumitir, tiba-tiba rem truk tidak berfungsi.
Muatan kayu yang berat membuat laju kendaraan semakin kencang. Jalan yang terus menurun serta tikungan tajam membuat sopir panik karena khawatir truk tak terkendali. Dalam kondisi panik, sopir akhirnya mengambil keputusan cepat dan berani.
Ia membanting setir ke kanan untuk menghindari kemungkinan truk meluncur tak terkendali ke jalur lawan atau masuk ke jurang. Truk kemudian menghantam tiang penerangan jalan umum (PJU) serta tebing di sisi kanan jalan.
Benturan keras membuat bagian depan truk terguling ke kiri hingga menutup sebagian badan jalan. Sementara bagian gandengan justru terguling ke kanan hingga masuk ke tebing. Sebagian muatan kayu sengon juga terlempar ke badan jalan.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. “Arus lalu lintas dari arah Banyuwangi maupun Jember sempat diberlakukan sistem buka tutup,” ujar Ipda Ikbal, Kanitlantas Polsek Silo.
Menurutnya, kecelakaan tunggal itu terjadi akibat rem kendaraan yang tidak berfungsi saat melintasi jalur menurun. “Beruntung saat truk keluar ke kanan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Jember AKP Bernardus Bagas Simarmata mengimbau para pengemudi, khususnya sopir truk, agar memastikan kondisi kendaraan sebelum melintas di jalur Gumitir. “Pengemudi sebaiknya mengecek kondisi rem dan mesin kendaraan sebelum memasuki jalur Gumitir. Karena jalur ini dikenal banyak tikungan tajam serta jalan yang naik turun,” ujarnya. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi