KEBONAGUNG, Radar Jember – Nahas, pemain jaranan menjadi korban tabrak lari, sekitar pukul 05.30, Kamis (17/4).
Lokasinya di Jalan Arowana, depan toko Bu Lis, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates.
Dalam kecelakaan itu korban meninggal dunia adalah Siti Aisyah, 17, warga Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti.
Sementara, teman korban bernama Nafisah, 17, warga Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, harus dilarikan ke IGD RS Citra Husada karena mengalami patah tulang pada tangan kanan.
Saat insiden terjadi, warga sekitar lokasi tidak ada yang mengetahuinya.
Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol P 5540 GO. Warga hanya tahu ada dua remaja perempuan yang tergeletak di tengah jalan bersama sepeda motornya.
“Kecelakaan pagi sekali dan hanya melihat ada bagian sepatbor truk yang terlepas ada di pinggir jalan,” kata Wahyu, warga Kelurahan Kebonagung. Diduga kuat, korban mengalami tabrak lari dengan sebuah truk.
Setelah itu, korban yang selamat langsung dilarikan ke IGD RS Citra Husada. Sementara, korban yang meninggal masih menunggu ambulans. Oleh anggota Polsek Kaliwates, korban yang meninggal dunia di lokasi dilarikan ke kamar mayat RSD dr Soebandi Jember.
“Yang meninggal ini pada bagian kaki kanan patah dan ada bekas ban truknya di telapak kakinya,” pungkasnya.
Kanit Laka Lantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah membenarkan telah terjadi kecelakaan hingga menewaskan satu orang.
Korban mengendarai sepeda motor dari arah timur. Sesampainya di lokasi, diduga ada truk yang belum diketahui identitas terlalu ke kanan sehingga terjadi benturan.
Mengetahui korban tergeletak di tengah jalan, sopir truk langsung tancap gas dan kabur ke arah timur, di Jalan Arowana.
Sementara, di lokasi, warga menemukan sepatbor ban belakang truk yang terlepas. Korban atas nama Siti Aisyah meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara, teman korban, yakni Nafisah, dirawat di RS Citra Husada karena patah tulang.
“Kepada sopir yang kabur setelah mengalami kecelakaan dengan pengendara sepeda motor Honda Beat, sebaiknya menyerahkan diri kepada petugas,” katanya.
Pihaknya juga masih mencari petunjuk di lokasi. Seperti CCTV yang terpasang di dua rumah warga sekitar.
Sementara itu, paman korban asal Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, Hariyanto, 40, mengatakan, korban baru pulang dari Mayang.
Keduanya memang pemain jaranan dan sering tanggapan.
“Semalam itu bersama temannya asal Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, mengendarai sepeda motor Honda Beat. Bahkan, korban ini oleh tuan rumah tidak boleh pulang karena sudah malam,” kata paman korban kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di kamar mayat RSD dr Seobandi.
Korban hanya tinggal bersama mbahnya, sedangkan kakak laki-lakinya sudah berkeluarga.
“Korban ini sejak sekolah SMP sudah sering ikut menjadi penari jaranan. Seperti main kuda lumping. Saat mengalami kecelakaan itu masih lengkap dengan peralatan untuk main jaranan. Ada dua kuda lumping dan tas yang berisi kostum jaranannya,” kata Hariyanto.
Dia berharap sopir truk tersebut segera menyerahkan diri ke polisi.
“Ya, kembali ke takdir, keponakan saya meninggal saat pulang kerja untuk mencari nafkah. Karena hanya tinggal berdua sama mbahnya. Sementara, ibu korban menjadi TKW. Korban dimakamkan di pemakaman umum sekitar rumahnya. Semoga saja sopir truk segera menyerahkan diri ke polisi,” pungkasnya.
Penting diketahui, dua hari yang lalu juga terjadi kecelakaan hingga ada korban jiwa.
Kecelakaan itu terjadi di jalan simpang empat Dusun Sadengan, Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru, dan ditangani kepolisian. (jum/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi