Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspadai Jalur Bahaya Ini di Jember! Banyak Pengendara yang Nyelonong Nyalip Sembarangan

Radar Digital • Rabu, 26 Maret 2025 | 14:15 WIB
JALUR RAWAN: Terpantau warga yang melintas dari berbagai sisi saat hendak menyeberang di salah satu simpang tiga di Dusun/Desa Langkap sebagai titik blackspot.
JALUR RAWAN: Terpantau warga yang melintas dari berbagai sisi saat hendak menyeberang di salah satu simpang tiga di Dusun/Desa Langkap sebagai titik blackspot.

Banyak yang Nyelonong Menyalip

LANGKAP, Radar Jember - Tahun ini Satlantas Polres Jember telah menetapkan satu titik blackspot yang terletak di jalan umum Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari. Jalan sepanjang 500 meter di kawasan itu dinilai memiliki potensi kecelakaan tinggi. Alasannya karena banyak simpang-simpang tempat warga bermukim melakukan penyeberangan. 

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Selasa (25/3), kawasan Dusun/Desa Langkap memang banyak ditemui simpang pertigaan. Tidak sedikit ditemui warga bermukim yang berkendara tanpa memakai alat kelengkapan kendaraan seperti helm. Padahal, kawasan itu cukup padat kendaraan besar. 

Salah satu pengendara yang melintas Imam mengaku, memang cukup banyak warga yang berlalu lalang memakai sepeda motor namun tanpa kelengkapan berkendara. Lebih parahnya lagi, diakui banyak pengendara yang ugal-ugalan saat menyeberang tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas. 

"Ada yang nyebrang melawan arah, paling sering, kalau di simpang biasanya banyak yang buru-buru nggak liat kanan-kiri waktu nyeberang. Itu sih yang bahaya di sini, apalagi memang banyak truk-truk besar yang jalan dari Jember ke arah Lumajang sana," katanya saat dijumpai beristirahat di sekitar lokasi. 

Kasatlantas Polres Jember AKP Bernardus Bagas Simamarta menjelaskan, terdapat delapan kasus kecelakaan yang sudah terjadi di kawasan itu sepanjang 2025 berjalan. Mayoritas kejadian kecelakaan disebabkan saat warga setempat yang ingin ke luar gank menuju jalan utama. 

"Ini kontur jalannya kan lurus, sangat asik jadinya buat menambah kecepatan, jadi masyarakat di sana kecepatan berkendaranya juga sangat tinggi. Banyak kejadian kecelakaan itu waktu orang mau ke luar gank masuk ke jalan utama," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember. 

Memang diakui, di kawasan itu kesadaran tertib berkendara dari masyarakat cukup rendah. Sehingga, mayoritas pengendara dari warga bermukim terkadang jarang menggunakan kelengkapan berkendara. 

"Tingkat kesadaran masyarakat terhadap tata tertib memang masih kurang, jadi kalau ke sana (titik blackspot, Red) pasti banyak melihat yang naik motor ya naik motor saja, tidak pakai helm, bonceng tiga, sein kanan belok kiri, ya seperti itulah. Intinya tingkat kesadarannya masih kurang," ungkapnya. (has/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Satlantas