Mendadak Macak Sakit
KERTOSARI, Radar Jember – Ada saja tingkah pengguna kendaraan bermotor saat terjaring razia oleh kepolisian. Berbagai alasan pun diucapkan.
Termasuk alasan mengantarkan temannya yang sakit, sehingga terpaksa berboncengan dua orang. Padahal, sejatinya mereka baik-baik saja.
Inilah yang terjadi pada operasi gabungan yang dilakukan Satlantas Polres Jember, Dishub Provinsi, Kantor Bersama (KB) Samsat Jember, Korps Polisi Militer, Jasa Raharja, dan UPT Bapeda Jember di Terminal Pakusari, Rabu (5/2) kemarin.
Pengendara N-Max tersebut cukup menyita perhatian petugas. Sebab, terdapat tiga perempuan mengendarai satu motor. Satu tidak memakai helm dan duduk di antara kemudi dan jok. Bahkan, mereka beralasan, berkendara bertiga karena temannya itu sakit.
Kasat Lantas AKP Bernardus Bagas Simarmata mengatakan, dalam operasi tersebut banyak pengendara motor tidak menggunakan helm. “Terbanyak pelanggarannya untuk motor yaitu tidak memakai helm,” tuturnya.
Selain itu, ada yang berboncengan lebih dari satu orang.
“Ada satu keluarga dengan perjalanan jauh ke Bali membawa dua anaknya. Bahkan ada juga motor N-Max yang dinaiki tiga orang perempun. Yang dua menggunakan helm, tetapi yang satu malah tidak pakai helm dan duduk di bagian depan,” imbuhnya.
Dalam operasi tersebut, kata dia, pihaknya tetap mengedepankan upaya-upaya sosialisasi, edukasi, dan menerapkan surat teguran.
Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak mengulangi lagi, khususnya menjelang Operasi Ketupat.
“Kepada pengendara sepeda motor yang melakukan perjalanan jauh, sebaiknya istirahat apabila merasa mengantuk,” kata AKP Bernardus Bagas Simarmata.
Dalam operasi gabungan tersebut, sedikitnya ada 78 jumlah pelanggaran. Paling banyak, 60 pelanggaran karena tidak membawa kelengkapan surat kendaraan.
Dalam operasi tertib administrasi itu juga ada mobil Samsat Keliling, sehingga kendaraan yang diketahui pajaknya mati bisa langsung membayar di Samsat Keliling.
Sementara, pelanggaran mobil paling banyak adalah pajak mati dan pelanggaran muatan.
Menurut Bagas, kegiatan ini tidak semata-mata untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi di wilayah Jember.
Namun, juga meningkatkan dan menertibkan pembayaran pajak tahunan, serta uji kir.
Dengan adanya operasi gabungan itu, pihaknya berharap ada dampak yang positif bagi masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas dan administrasi kendaraan.
“Kami tetap mengedepankan edukasi dan surat teguran. Tapi, bila berpotensi yang menyebabkan laka lantas, kami lakukan penindakan dengan memberi tilang,” terangnya. (jum/c2/dwi)
Editor : M. Ainul Budi