BACA JUGA : Kuota Perempuan Belum Terpenuhi, Pendaftaran Panwascam Bakal Diperpanjang
Wahyu Juliansyah, mekanik motor dari bengkel AHASS Sumber Mas Motor, Kecamatan Ambulu, mengatakan, bodi motor mengalami getar berlebih bisa disebabkan saat pemasangan dilakukan tidak benar atau tak presisi. "Biasanya kurang presisi saat pemasangan, atau mungkin pernah kesenggol,” jelasnya.
Hal itu dapat membuat bodi motor bergetar seiring getaran mesin. Suara getaran bahkan semakin parah ketika motor melalui jalan rusak. Hal ini dapat membuat pengait antara cover bodi dan motor tak terikat sempurna.
Untuk kasus ini, Wahyu menyarankan pemilik membongkar ulang bodi motornya dan mencari asal getaran. Setelahnya, pasang ulang bodi tersebut, kemudian pastikan semua terkunci saat ditempel, baru dibaut dengan kuat. “Jadi, cukup kencengin baut dan klipnya saja,” imbuhnya.
Namun, jika getaran tak kunjung hilang, solusinya bisa dengan mengganjalnya dari bagian dalam bodi menggunakan spons. Cara ini juga cukup efektif untuk menahan getaran yang berlebih. Pasalnya, gabus dapat menahan getaran cukup efektif.
Solusi lain, Wahyu mengatakan, bisa dengan merekatkan sisi cover bodi menggunakan double tip. Cara ini terbilang ringkas dan mudah diaplikasikan. Terlebih untuk bodi kendaraan yang pengaitnya termakan usia.
Double tip tersebut punya bentuk agak tebal dan harganya cukup terjangkau, sekitar Rp 15 ribu. "Tapi dengan cara ini risikonya nanti untuk bongkarnya lagi agak susah," pungkasnya. (mg6/c2/nur)
Editor : Safitri