Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kawanan Kera Liar Rusak Tanaman Petani di Jember

M
Penulis: Maulana Ijal❯
JAGA TANAMAN: Warga berjaga-jaga di kebun mencegah serangan kera yang belakangan ini kerap merusak tanaman petani.
JAGA TANAMAN: Warga berjaga-jaga di kebun mencegah serangan kera yang belakangan ini kerap merusak tanaman petani.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, resah. Ini setelah munculnya kera liar di desa tetangga, sekitar Gumuk Jegung Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember.

Sejak kemunculan kera di sekitar gumuk, tanaman seperti pepaya, kopi, pisang dan padi siap panen dirusak. Bahkan, koloni kera yang terkadang berjumlah hingga ratusan itu juga merusak tanaman tebu milik warga. Kini, warga merasa tidak aman lagi akibat serangan primata tersebut.

Demi menghindari kerusakan yang lebih parah, warga pemilik tanaman pisang yang sudah berbuah dan siap panen langsung membungkusnya dengan. Hal ini untuk menghalau koloni kera agar tak menyerang tanaman mereka.

BACA JUGA: Masuk Peta Rawan, Gumitir Mudah Longsor

“Kalau tanaman kopi kami tak bisa berbuat banyak. Biasanya oleh warga rantingnya langsung dipotong dan dibiarkan begitu saja,” ujar Tutuk, 45, warga Dusun Salak, Desa Sumbersalak.



Keberadaan kera ini sebenarnya sudah lama, tapi tidak sebanyak sekarang. Warga juga telah berupaya mengusir kawanan kera itu agar tak mengganggu lagi dengan membakar pohon bambu yang ada di gumuk. “Namun, koloni kera tetap datang dengan jumlah yang cukup banyak,” katanya.

Pengasuh Ponpes Mabdaus Surur di Dusun Salak, Ahmad Mawardi Misrai, mengaku sering menerima keluhan warga. Karena tanaman mereka yang ada sekitar gumuk tidak bisa dipanen karena serangan kawanan kera.

“Keberadaan kera itu itu memang sudah lama, tapi lama-lama berkembang biak dan jumlahnya semakin banyak,” ucapnya.

Bahkan, kata dia, kawanan kera itu juga berkeliaran di rumah rumah-rumah warga. Padahal jaraknya dengan gumuk cukup jauh. “Pernah juga ada tiga kera yang masuk ke dapur rumah, namun setelah ketahuan langsung lari,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Inflasi Tahunan Jember Terkoreksi 3,08 Persen, BPS Ungkap Dampak Kemarau Ekstrem

Inflasi Tahunan Jember Terkoreksi 3,08 Persen, BPS Ungkap Dampak Kemarau Ekstrem

Fenomena iklim tersebut memaksa sejumlah komoditas pertanian yang haus air mengalami penurunan suplai drastis di tingkat petani.

Pemkab Jember Buka Jalan Santri Berkarir ke Luar Negeri dengan Jaminan Gaji dan Penempatan Terbaik

Pemkab Jember Buka Jalan Santri Berkarir ke Luar Negeri dengan Jaminan Gaji dan Penempatan Terbaik

Seluruh proses pendaftaran dan penempatan ini dikoordinasikan langsung melalui pemerintah daerah dan Dinas Tenaga Kerja, sehingga para santri dan orang tua tidak perlu lagi khawatir terhadap keamanan dan legalitasnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pemkab Jember Siapkan Program Usaha Produktif Sektor Perikanan

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pemkab Jember Siapkan Program Usaha Produktif Sektor Perikanan

ia memaparkan pentingnya pondok pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan moral, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi kerakyatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer