PRAJEKAN, Radar Ijen - Air datang cepat, lebih cepat dari yang diduga. Dalam hitungan menit, retakan muncul, lalu jembatan yang selama ini dilalui warga rusak begitu saja, kemarin (30/3). Tercatat ada tiga jembatan yang mengalami kerusakan.
Jembatan pertama yakni jembatan penghubung Desa Sempol dan Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan.
Kemudian, jembatan penghubung Desa Tarum dan Desa Sempol. Jembatan tersebut, sebelumnya menjadi penghubung dua desa yang sering dilintasi warga. Meski ada jalan lain, namun warga harus berputar lebih jauh.
Warga Desa Sempolan, Imron mengatakan, Setengah jam pasca hujan deras, debit air mengalami peningkatan. Diikuti retakan pada jembatan hingga ambles pada sisi kanan. “Hujan deras sejak pukul 15.00,” katanya.
Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan
Jembatan lain yang ambles total yakni, di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Jembatan ini menjadi akses utama siswa SDN Bandilan 3,4,5.
Tim gabungan melakukan asesmen langsung. Mereka juga memasang Safety Line, di kedua sisi jembatan.
Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, penyebab jembatan ambles diduga akibat curah hujan yang tinggi, hingga membuat arus sungai meningkat di musim pancaroba ini. Namun dipastikan dari sejumlah kerusakan tak ada korban jiwa. "Tak ada korban jiwa," ujarnya.
Pasca melakukan assesment bersama Dinas BSBK Bondowoso, untuk melihat tingkat kerusakan serta penyebabnya. Akan diterbitkan SK tanggap darurat, jika memenuhi unsur yang diperlukan.
Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS
Sementara penangananya menggunakan dana belanja tak terduga (BTT). "Belanja BBT tak ada batas maksimal, sesuai kebutuhan," urainya.
Kepala BSBK Bondowoso, Anshori, menerangkan jembatan yang menjadi penghubung Desa Bandilan-Klekehan ambruk total, bahkan pondasi hingga badan jembatan sudah hilang.
Sementara jembatan di Desa penghubung Desa Sempol dan Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan kondisinya jembatannya sudah tinggal separuh. Tim gabungan akan menghitung kebutuhan anggaran, hingga skema yang akan digunakan dalam penanganan. "Hari ini (kemarin, red) kami rapatkan dengan tim," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi