Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melihat Olahraga Panahan Sambil Berkuda di Jember, Bentuk Karakter Anak

Yulio Faruq Akhmadi • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:35 WIB

ARAHKAN BIDIKAN: Sejumlah perserta Liga Santri Panahan Berkuda berkompetisi pada kategori panahan di Pondok Pesantrn Babussalam beberapa waktu lalu.
ARAHKAN BIDIKAN: Sejumlah perserta Liga Santri Panahan Berkuda berkompetisi pada kategori panahan di Pondok Pesantrn Babussalam beberapa waktu lalu.

TEMPUREJO, Radar Jember – Ajang Liga Santri Berkuda Memanah 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Babussalam 14–15 Februari kemarin bukan sekadar arena unjuk skill, tetapi juga dirancang sebagai wahana pembentukan karakter peserta.

Olahraga berkuda dan memanah kini makin digandrungi sebab dinilai sarat nilai edukatif. Tak heran, makin banyak orang tua mulai mengenalkan cabang ini kepada anak-anak mereka sejak dini.

Ketua Panitia Liga Santri Kusnadi, menyampaikan, berkuda dan memanah tidak hanya menuntut kemampuan teknik, tetapi juga melatih kesabaran, fokus, dan ketenangan.

Nilai-nilai itu dianggap penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.

Baca Juga: Info Donor Darah Area Jember di Bulan Puasa? Cek Lengkap Lokasi dan Jadwalnya Ini

“Di era teknologi semua serba cepat dan serba instan, sehingga kesabaran anak-anak jarang terlatih,” katanya.

Menurut Kusnadi, kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan atlet menuju agenda besar olahraga berkuda dan panahan, mulai kejuaraan nasional hingga multievent seperti PON dan Porprov Jatim 2027.

Peserta yang ambil bagian berasal dari sejumlah daerah mulai dari Jember, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, hingga beberapa wilayah Madura.

“Totalnya sekitar 50 peserta, tapi dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Baca Juga: Rumput Tutupi Jalan Ambrol? Warga Panti Jember dan Sekitarnya Diminta Waspada Kondisi Jalannya Seperti Ini

Pria yang juga merupakan Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Berkuda Memanah Jatim itu menambahkan, olahraga ini memiliki nilai historis dan religius yang kuat karena dikenal sebagai olahraga sunnah dalam ajaran Islam, sekaligus relevan dengan pendidikan karakter modern.

Selain itu, nilai sportivitas, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap sesama juga sejalan dengan semangat kebangsaan dan nilai Pancasila.

“Nilai-nilai sportivitas dan kasih sayang dengan ciptaan tuhan dalam hal ini kuda, akan terbangun di olahraga ini,” katanya.

Baca Juga: Jika Abu Bakar Hidup Hari Ini, Siapa yang Berani Korupsi?

Ke depan, panitia berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin mulai tingkat kabupaten hingga nasional.

Di tingkat nasional, Pordasi juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama untuk memetakan atlet-atlet potensial yang telah menorehkan prestasi internasional agar pembinaan lebih terarah.

Menurut Kusnadi, stok atlet muda di Indonesia sebenarnya melimpah, namun tanpa pemetaan dan pembinaan berjenjang, potensi tersebut sulit berkembang maksimal di level internasional.

“Yang memang punya potensi berhak difasilitasi untuk membanggakan nama Indonesia di ajang internasional,” pungkasnya.(yul/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#madura #Jember #berkuda #Panahan #banyuwangi #Bondowoso #Lumajang