RADAR JEMBER - Klub voli asal Turki, Manisa BBSK, resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, pada 23 Oktober 2025.
“Kontrak kami telah berakhir secara bersama-sama per 23 Oktober 2025 tanpa ada pembayaran kompensasi,” tulis Manisa BBSK dalam pernyataan resmi di akun Instagram @manisabbsk.
Pengumuman tersebut langsung menuai perhatian publik. Banyak penggemar mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut dan bagaimana detail kontrak antara kedua pihak disepakati.
Klausul Kontrak Jadi Sorotan
Megawati sebelumnya bergabung dengan Manisa BBSK setelah memperkuat tim nasional Indonesia.
Namun, klub menyebut kontraknya memiliki klausul khusus terkait partisipasinya di turnamen Livoli Divisi Utama di Indonesia.
Dalam unggahan resmi, Manisa menyatakan:
“Although she was required to rejoin our team 3 days after the end of the tournament as stipulated in her contract, the player failed to fulfil her obligation.”
Artinya, Megawati diwajibkan kembali ke Turki tiga hari setelah Livoli selesai.
Namun, Megawati sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya akan kembali ke Turki setelah membela tim nasional di SEA Games Desember mendatang.
Perbedaan jadwal inilah yang memunculkan dugaan miskomunikasi antara pihak pemain dan klub.
Penjelasan Manisa BBSK
Dalam keterangan resminya, Manisa menjelaskan bahwa klub mengizinkan Megawati pulang ke Indonesia untuk Livoli, tetapi tidak memberikan izin tambahan waktu di luar ketentuan kontrak.
Ketika Megawati memilih menunda kepulangannya dan meminta pemutusan kontrak demi fokus ke tim nasional, klub menilai situasi tersebut tidak lagi menguntungkan. Akhirnya, kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama secara mutual termination tanpa kompensasi.
Antara Prioritas Timnas dan Kewajiban Klub
Megawati diketahui akan mengikuti pemusatan latihan pra-SEA Games di Medan mulai 28 Oktober hingga akhir November 2025, sehingga sulit memenuhi kewajiban kembali ke Turki sesuai jadwal kontrak.
Dari sisi klub, absennya pemain asing berpotensi merugikan tim karena slot pemain impor menjadi tidak termanfaatkan.
Sementara bagi Megawati, membela Merah Putih menjadi prioritas utama.
Spekulasi dan Respons Publik
Minimnya penjelasan detail soal kontrak membuat publik ramai berspekulasi di media sosial. Beberapa penggemar menduga Manisa hanya memanfaatkan nama besar Megawati untuk promosi, sementara yang lain menilai klub kurang memahami kewajiban pemain terhadap tim nasional.
Pelajaran untuk Industri Olahraga
Kasus Megawati Manisa menunjukkan pentingnya transparansi dan komunikasi kontrak antara pemain, klub, dan federasi seperti PBVSI.
Kontrak yang tidak dijelaskan secara rinci dapat menimbulkan kesalahpahaman, bahkan berujung pemutusan kerja sama dini.
Meski telah resmi berpisah, belum jelas apakah Megawati akan kembali berkarier di luar negeri setelah SEA Games nanti.
Yang pasti, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi dunia olahraga profesional tentang pentingnya koordinasi dan kejelasan perjanjian sejak awal.
Penulis : Ahmad Hendi Apriliyanto
Editor : M. Ainul Budi