Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Muara Enim dan Kutukan Kursi Bupati

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Muara Enim dan Kutukan Kursi Bupati
Muara Enim dan Kutukan Kursi Bupati

Advertisement

RADAR JEMBER - Saya ingin melanjutkan kisah ditangkapnya Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Haji Edison. Ternyata, bukan pertama. Bupati sebelumnya juga dikandangin. Kursi Bupati seperti ada kutukan. Benarkah demikian? Mari kita ungkap sambil seruput Koptagul, wak!

Muara Enim kembali membuktikan diri sebagai kabupaten konsisten menjaga tradisi. Kalau daerah lain punya tradisi festival budaya, lomba perahu, atau pesta panen, Muara Enim seolah punya agenda tahunan bernama “Bupati Masuk Radar KPK Cup.” Bedanya, pemenangnya tidak dapat piala, melainkan rompi tahanan dan tiket menuju ruang pemeriksaan.

Kali ini bintang utamanya adalah H. Edison. Baru dilantik Februari 2025, lalu Juni 2026 sudah terkena OTT KPK. Ini belum cukup waktu untuk menumbuhkan lumut di kursi jabatan. Ibarat ayam goreng yang baru keluar dari penggorengan, belum sempat dingin, langsung disambar elang. Rakyat mungkin mengira sedang menyaksikan masa adaptasi pemerintahan baru. Ternyata yang terjadi malah babak pembukaan serial “Korupsi Jilid Berikutnya.”

Advertisement

Kasusnya juga bukan modus canggih hasil riset ilmuwan NASA. Ini modus yang sudah tua, keriput, dan berkali-kali dipakai, suap pengadaan barang dan jasa. Yang bikin tambah menyebalkan, arena bermainnya berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tempat yang seharusnya mencerdaskan anak bangsa malah dijadikan ATM berjalan. Buku pelajaran mungkin masih kurang, tapi kreativitas mengalirkan duit haram tampaknya sangat berlimpah.

Lalu muncullah tokoh bernama Abi Nurwardani, Sekretaris Dinas Pendidikan yang diduga memainkan Ajian Seribu Rekening Siluman. Uang dari rekanan swasta tidak masuk langsung ke kantong para pendekar rakus itu. Tidak. Terlalu kasar. Mereka memakai rekening nominee atas nama pegawai rendahan Pemkab. Bahkan office boy ikut terseret namanya. Nuan bayangkan, seseorang yang tugas hariannya menyapu lantai dan mengangkat galon tiba-tiba punya rekening yang lalu lintas dananya seperti konglomerat tambang.

Jurusnya sangat lucu kalau tidak sedang merampok uang rakyat. Rekening dibuka, uang puluhan hingga ratusan juta masuk, dibagikan ke sana-sini, lalu rekening ditutup. Besok buka lagi rekening baru. Tutup. Buka. Tutup. Buka. Lincah seperti Harun Masiku yang belum bisa ditangkap KPK.

Advertisement

Pembagian komisinya juga rapi. Lima persen untuk bupati. Tiga persen untuk kepala dinas. Sisanya mengalir ke lingkaran para pengikut. Mirip franchise bakso, hanya saja yang dijual bukan bakso, melainkan integritas pemerintahan.

KPK akhirnya menyita hampir Rp2 miliar berupa uang tunai rupiah, dolar Amerika, riyal Saudi, serta saldo rekening. Empat tersangka langsung ditetapkan: Edison sebagai penerima utama, Abi sebagai pengatur arus dana, Adi Triadi sang keponakan yang ikut menikmati panggung, dan Cory Erin Hardi dari PT Millenium Solusi Abadi sebagai pemberi suap.

Namun tunggu dulu. Ini bukan film berdiri sendiri. Ini hanya episode terbaru dari semesta sinematik korupsi Muara Enim.

Sebelumnya sudah ada Muzakir Sai Sohar. Lalu Ahmad Yani yang tersandung suap proyek jalan. Setelah itu Juarsah yang juga terjerembap dalam kubangan yang mirip. Kini Edison melengkapi kuartet maut tersebut. Kalau ini tim sepak bola, mereka sudah menjuarai liga korupsi beberapa musim berturut-turut tanpa pernah degradasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Skandal Kamar Hotel Terbongkar! Setoran Rp 500 Juta dari Mbak Cory untuk Bupati Muara Enim Terlacak, Ini Tujuan Aslinya!

Skandal Kamar Hotel Terbongkar! Setoran Rp 500 Juta dari Mbak Cory untuk Bupati Muara Enim Terlacak, Ini Tujuan Aslinya!

Tabir gelap mengenai dugaan aliran dana suap yang menyeret nama mantan petinggi Kabupaten Muara Enim kembali menemui titik terang baru. Fakta mengejutkan terungkap dalam pusaran kasus ini mengenai adanya aksi serah terim

Aksi Cory Erin Berujung Apes, Niat Amankan Proyek Masa Depan Muara Enim Malah Berakhir Di Sel Tahanan KPK!

Aksi Cory Erin Berujung Apes, Niat Amankan Proyek Masa Depan Muara Enim Malah Berakhir Di Sel Tahanan KPK!

KPK resmi menahan Cory Erin bersama Bupati Muara Enim setelah terbukti menyetor uang ijon Rp500 juta demi mengamankan proyek pengadaan daerah. (22 kata)

BPK Ungkap 4 Tahap Penghitungan Kerugian Negara dalam Kasus Kuota Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut

BPK Ungkap 4 Tahap Penghitungan Kerugian Negara dalam Kasus Kuota Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut

Penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024 dilakukan melalui empat tahapan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer