JEMBER LOR, Radar Jember – Pencak silat tak lagi sekadar latihan di perguruan atau gelanggang.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember yang baru, Ahmad Halim, ingin olahraga warisan budaya itu masuk ke sekolah-sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Halim menyebut, langkah ini untuk menjaring atlet berbakat sejak usia dini.
“Bagaimana pencak silat menjadi kurikulum tambahan maupun ekstrakurikuler yang ada di masing-masing sekolah"
"Ini kesempatan untuk memberikan pembelajaran sekaligus melestarikan budaya,” ujarnya, kemarin (15/8).
Gagasan itu akan dibarengi dengan kolaborasi bersama Pemkab Jember, tak hanya untuk pembinaan atlet, tapi juga mendukung promosi wisata daerah lewat event silat antar daerah.
“Prestasi IPSI selama ini sudah baik, kami ingin mempertahankannya bahkan meningkatkannya,” imbuh Halim.
IPSI Jember sendiri menaungi 33 perguruan silat.
Pada Porprov Malang Raya 2023 lalu, cabor ini menyumbang dua emas dan satu perak. Ketua KONI Jember Sutikno optimistis, pengalaman Halim yang pernah memimpin KONI periode 2015–2018 akan mempermudah langkah IPSI membawa Jember meraih prestasi lebih tinggi.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif gagasan ini.
Dia menargetkan Jember bisa masuk 10 besar pada Porprov Surabaya 2027 mendatang, dengan dukungan penuh dari pemkab untuk pembinaan atlet silat muda.
Editor : M. Ainul Budi