Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Carlos Checa: Marc Marquez Paling Jago Mengatur Semua Aspek MotoGP Saat Ini!

Imron Hidayatullahh • Jumat, 25 Juli 2025 | 16:00 WIB
marc Marquez di trek basah Sirkuti Brno, Republik Ceko.
marc Marquez di trek basah Sirkuti Brno, Republik Ceko.

Radar Jember – Hingga di MotoGP Ceko di Sirkuit Brno, Marc Marquez masih menunjukkan dominasinya.

Ia berhasil menyapu bersih kemenangan dalam sprint race dan balapan utama.

Kini unggul lebih dari 80 poin di klasemen sementara dari pesaing terdekatnya—yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri, Alex Marquez.

Menanggapi keperkasaan sang delapan kali juara dunia, Carlos Checa, mantan pembalap MotoGP asal Spanyol, menyampaikan analisisnya dalam podcast Duralavita.

Menurut Checa, keunggulan Marc tak hanya terletak pada kecepatan, tapi terutama pada kemampuannya membaca dan mengelola semua aspek teknis balapan modern.

Hal ini terlihat jelas saat sprint race hari Sabtu (19/7/2025), ketika Marc Marquez sempat harus menyerahkan posisi kepada Pedro Acosta karena tekanan bannya terlalu rendah.

Namun, begitu persyaratan teknis terpenuhi, ia dengan mudah merebut kembali posisi dan mengunci kemenangan.

“Marc adalah pembalap yang paling paham cara mengatur semua parameter penting di MotoGP hari ini. Mulai dari tekanan ban, manajemen kompon, konsumsi bahan bakar, setting mesin, dan sebagainya. Dia menguasainya dengan sempurna,” ujar Checa dikutiyp Radar Jember dari laman Motosan.

Dengan performa seperti ini, Checa menilai Marc Marquez sangat layak difavoritkan merebut gelar ke-9-nya.

Namun, sang pembalap tetap memilih merendah.

“Dia sudah melewati masa-masa sulit: cedera, kecelakaan, banyak hal tak terduga. Jadi, dia tak ingin buru-buru sesumbar,” tambah Checa.

Fakta menarik lainnya dari Brno adalah bahwa Marc menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang naik podium.

Dalam sprint race, posisi dua dan tiga diisi oleh dua KTM: Pedro Acosta dan Enea Bastianini.

Sedangkan di balapan utama, Marco Bezzecchi (Aprilia) finis kedua, diikuti Acosta.

“Saya rasa Ducati tak lagi dominan seperti dulu. Aprilia dan KTM sangat kompetitif, bahkan nyaris menang jika bukan karena Marc. Yamaha juga mulai mendekat. Ducati bukan lagi satu-satunya raja di grid,” jelas Checa.

Sorotan lain di akhir pekan itu adalah kembalinya Jorge Martin setelah absen cukup lama akibat cedera parah di Qatar.

Ia juga mengonfirmasi tetap membela Aprilia musim depan, sekaligus menepis rumor hengkang.

“Saya suka cara Martin tampil saat latihan basah. Ia kembali dengan gaya khasnya seperti saat di Ducati, tapi kini mulai menyatu dengan Aprilia. Itu pertanda Aprilia punya motor yang sangat layak bersaing,” kata Checa.

Namun, tantangan Martín belum selesai.

Ia harus berbagi garasi dengan Marco Bezzecchi, yang terus menunjukkan kecepatan dan stabilitas.

“Bezzecchi itu cepat. Nanti Martin akan bersaing langsung dengannya, dan saat itulah tensi mulai muncul. Itu tak terhindarkan,” pungkas Checa.

Editor : Imron Hidayatullahh
#marc marcuez #alex marquez #Pedro Acosta #brno #Marco Bezzecchi #MotoGP