Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ungkapan Jujur Dall’Igna untuk Marc Marquez Usai MotoGP Brno: Sekarang Saya Paham Kenapa Dulu Kami Sulit Juara Dunia!

Imron Hidayatullahh • Kamis, 24 Juli 2025 | 17:36 WIB
Marc Marquez, dulu penghalang Ducati juara dunia. Kini justru senjata utama.
Marc Marquez, dulu penghalang Ducati juara dunia. Kini justru senjata utama.

Radar Jember - Dominasi Marc Marquez di Brno kembali menegaskan satu hal: saat ini, dialah penguasa mutlak MotoGP.

Tak hanya memenangi sprint race, sang juara delapan kali itu kembali berdiri di podium utama pada race hari Minggu (20/7/2025), meraih total 37 poin dan makin menjauh dari para rival.

Namun, di balik kejayaan itu, ada satu momen yang tak tertangkap kamera balapan.

Yakni pelukan penuh makna antara Gigi Dall’Igna dan Marc Marquez, disertai pernyataan yang membuat paddock Ducati terdiam.

“Saya sudah tahu, tapi sekarang saya benar-benar paham kenapa dulu kami kesulitan merebut gelar juara,” ujar Dall’Igna, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.

Kalimat itu merujuk pada masa dominasi Marc Marquez saat masih membela Honda.

Ketika Ducati terus mencoba menembus dominasi tanpa hasil.

Kini, setelah melihat sendiri kedahsyatan sang rider dari dalam garasi, sang bos teknik Ducati itu seolah menemukan jawabannya.

Dari Jumat yang Basah hingga Sprint Race yang Kacau

Akhir pekan di Brno dibuka dengan suasana positif di garasi Ducati Lenovo.

Pecco Bagnaia tampak optimistis namun tetap waspada.

Sementara, Marquez mengeluhkan kurangnya tenaga saat masuk gigi dua di latihan bebas pertama—tanpa peringatan dari sistem motor.

Hari Sabtu (19/7/2025) berjalan penuh drama.

Bagnaia merebut pole position pertamanya musim ini.

Sementara, Marquez terjatuh di sesi kualifikasi dan start dari posisi dua.

Momen lucu terjadi ketika orang tua Bagnaia mengantar Marquez ke parc ferme dengan skuter pribadi mereka.

Sprint race pun berlangsung kacau.

Masalah tekanan ban, strategi saling salip, dan kesalahan teknis membuat Ducati kebingungan.

Marc Marquez harus sengaja memperlambat laju dan membiarkan Pedro Acosta lewat untuk menghindari penalti tekanan ban.

“Intinya, saya harus mengorbankan balapan. Saya dapat pesan di dashboard dan harus mengendur,” ujar Marc Marquez.

Bagi Bagnaia, sprint race lebih parah lagi.

Setelah sempat unggul, ia malah melorot ke belakang.

Menurut Gabriele Conti, kepala departemen sistem elektronik Ducati, ada kesalahan elektronik di grid yang diperbaiki secara darurat—namun menciptakan pesan error yang membingungkan Pecco saat balapan dimulai.

Race Hari Minggu: Marquez Tak Terbendung, Pecco Keok Lagi

Balapan utama berlangsung lebih tenang, tapi tetap mencerminkan jurang performa dua pembalap Ducati.

Marquez menang tanpa lawan, sedangkan Bagnaia hanya mampu finis keempat, sembari mengeluh.

“Saya menderita sepanjang balapan,” kepada mekaniknya.

Sementara Pecco terlihat murung, Marquez justru berseloroh akan berpesta sebelum jeda musim panas empat minggu.

“Tapi begitu libur selesai, saya langsung kembali kerja,” tegasnya.

Dall’Igna dan Marquez: Hormat yang Tumbuh dari Dalam Garasi

Momen terkuat akhir pekan bukanlah selebrasi podium, tapi pelukan hangat antara Dall’Igna dan Marquez.

Itu bukan hanya soal kemenangan, tapi pengakuan.

“Sekarang saya benar-benar mengerti,” ulang Dall’Igna sambil menepuk bahu Marc.

Banyak yang meyakini ini adalah bentuk pengakuan bahwa satu-satunya alasan Ducati gagal menjuarai banyak musim lalu adalah Marc Marquez itu sendiri.

Dan kini, sang penghalang itu justru menjadi senjata utama Ducati menuju takhta.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Gigi Dall'Igna #Bagnaia #marc marquez #ducati #MotoGP