Radar Jember – Pecco Bagnaia tak bisa menutupi rasa frustrasinya setelah hanya finis keempat di MotoGP Ceko.
Sang juara bertahan Ducati itu kembali kesulitan saat memasuki tikungan dan melakukan pengereman, masalah yang menurutnya tak kunjung terselesaikan sejak GP Thailand.
“Saya dulu pembalap yang paling sulit disalip, sekarang saya yang paling lemah,” ujar Bagnaia dengan nada getir, dikutip Radar Jember dari laman GPOne.
“Setiap kali saya coba hard braking, motor tidak mau berhenti. Kalau saya main aman, saya malah tidak bisa menyerang,” tambahnya.
Baca Juga: Dominasi Tanpa Ampun! Marc Marquez Unggul 120 Poin, Gelar Juara Dunia MotoGP 2025 Nyaris Pasti
Bagnaia sempat mencoba menyalip Pedro Acosta di fase akhir balapan untuk memperebutkan podium ketiga, tapi gagal.
Di sisi lain, Marc Marquez, dengan motor yang sama, Ducati Desmosedici GP25, justru tampil dominan dan menang meyakinkan.
DNA Motor Jadi Masalah Utama
Menurut Bagnaia, kelemahan Ducati GP25 di sektor pengereman dan masuk tikungan bukan sekadar pengaturan atau gaya balap.
Melainkan bagian dari “DNA motor” yang tidak cocok dengan karakternya.
“Saya rasa saya tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini karena ini sudah jadi karakter GP25,” jelasnya.
Dia mengaku sudah mencoba berbagai pendekatan saat balapan.
Termasuk mengatur ulang traksi belakang, tetapi semuanya belum membuahkan hasil maksimal.
“Marc bisa buat perbedaan, saya mencoba mendekat tapi tak berhasil,” kata Bagnaia.
Target Realistis: Mengejar Alex, Bukan Gelar
Bagnaia mengakui bahwa peluang mempertahankan gelar semakin jauh.
Fokusnya kini beralih untuk mengejar rider di depannya dalam klasemen, yaitu Alex Marquez.
“Kami harus realistis. Dalam posisi sekarang, melawan Marc dan memperebutkan gelar adalah hal yang sangat sulit,” tegasnya.
“Sekarang targetnya adalah mengejar Alex. Baru setelah itu siap untuk 2026,” ungkapnya.
Soal kemungkinan perbaikan saat jeda musim panas, Bagnaia justru pesimistis.
“Saya tidak yakin masalah ini bisa diselesaikan. Bahkan dengan tes teknis, saya rasa kami takkan banyak berkembang. Mungkin hanya bisa beradaptasi, bukan memperbaiki,” ujurnya.
Ia menyebut tes akhir tahun sebagai satu-satunya harapan untuk memahami potensi motor lebih jauh.
“Di Brno, hanya Marc yang bisa buat perbedaan dengan GP25. Saya tak tahu bagaimana caranya. Di sektor kiri dia unggul jauh, saya coba serang di sektor kanan tapi tidak bisa,” pungkas Bagnaia.
Editor : Imron Hidayatullahh