Radar Jember - Marc Marquez akhirnya buka suara soal kemungkinan berdamai dengan rival lamanya, Valentino Rossi.
Juara dunia delapan kali itu menegaskan bahwa langkah menuju rekonsiliasi harus datang dari kedua belah pihak.
“Kalau sesuatu tidak hanya tergantung pada satu orang, kamu tidak bisa bilang, ‘Ya, saya tertarik’. Harus ada keinginan dari dua pihak,” kata Marquez, dikutip Radar Jember dari laman Crash.
Baca Juga: Marc Marquez Akui Kemampuan Satu Rivalnya di MotoGP: Dia Cepat di Setiap Balapan
Hubungan Marquez dan Rossi memburuk setelah insiden kontroversial di MotoGP Malaysia 2015.
Meski sempat terjadi jabat tangan di Catalunya tahun berikutnya, tensi kembali meningkat setelah insiden jatuhnya Rossi akibat kontak dengan Marquez di Argentina 2018.
Sejak saat itu, keduanya nyaris tak berinteraksi.
Rossi pensiun akhir 2021 dan kini fokus sebagai pemilik tim satelit resmi Ducati, VR46 Racing Team.
Namun, bayang-bayang rivalitas mereka tetap terasa, terutama di tengah keberhasilan baru Marquez bersama Ducati.
Ketegangan memuncak lagi musim ini saat Marc Marquez menang di Mugello dan mendapat cemooh dari fans Italia—pendukung loyal Rossi.
Bos tim Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka menyerukan agar Marquez dan Rossi berdamai.
“Kemenangan Marc dibalas dengan sorakan. Ini bukan yang kami harapkan. Sudah saatnya mereka berjabat tangan,” tegas Tardozzi.
Mengejar Rekor Rossi: 7 Gelar Masih Mungkin, 89 Kemenangan Sulit
Saat ini, Marquez tengah berusaha menyamai rekor tujuh gelar kelas premier, MotoGP, milik Rossi, dan peluang itu terbuka lebar.
Namun, soal kemenangan keseluruhan, Rossi unggul jauh dengan 89 kali menang.
Marquez sendiri baru saja melewati rekor Giacomo Agostini dengan 69 kemenangan usai menang di Sachsenring, Jerman.
“Saya tak tahu berapa banyak kemenangan Agostini atau Valentino. Tapi 89? Itu sulit. Tujuh gelar MotoGP? Itu lebih mungkin,” aku Marquez.
Isu Acosta dan Upaya Rossi Mencegah Gelar ke-10 Marquez
Sementara itu, rumor juga berembus bahwa Valentino Rossi melihat sosok “penangkal” dominasi Marquez di masa depan pada Pedro Acosta.
Menurut manajer veteran, Carlo Pernat, perekrutan Acosta oleh tim VR46 bisa jadi strategi jangka panjang Rossi untuk menggagalkan potensi Marquez meraih gelar ke-10.
“Vale melihat Acosta seperti dulu dia melihat Marquez, lawan muda yang bisa menggagalkan rekor besar,” ujar Pernat.
Namun, kabarnya Acosta akan bertahan bersama Red Bull KTM, meski kursi VR46 masih belum terisi seiring kontrak Franco Morbidelli yang segera habis.
Editor : Imron Hidayatullahh