Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jelang Start Ke-200 MotoGP, Marc Marquez Akui Luka Lama Belum Sembuh: Soal Rossi? Itu Bukan Hanya Tergantung Saya!

Imron Hidayatullahh • Senin, 14 Juli 2025 | 01:56 WIB

 

Menjelang start ke-200 di MotoGP, Marc buka-bukaan soal rivalitas lama, penyesalan terbesar, dan arti keluarga.
Menjelang start ke-200 di MotoGP, Marc buka-bukaan soal rivalitas lama, penyesalan terbesar, dan arti keluarga.

Radar Jember – Marc Marquez bersiap mencatat tonggak bersejarah: 200 kali tampil di MotoGP, di Sachsenrin, Jerman.

Dalam wawancara eksklusif dengan DAZN, pembalap Gresini Ducati itu mengungkap sisi paling pribadi dalam karier dan kehidupannya.

Dari kekaguman masa muda hingga luka yang belum sepenuhnya sembuh.

“Saya masih melihat diri saya yang dulu dalam semangat dan gairah saya,” kata Marquez, mengenang awal kariernya saat satu garasi dengan Dani Pedrosa dan menyaksikan langsung Rossi dari balik dinding pit.

Ia menyesal tak sempat bertarung langsung dengan Casey Stoner.

“Saya ingin mencoba mengikutinya. Dari data, gayanya mirip saya: banyak main dengan roda belakang,” ujarnya.

Namun, salah satu momen paling mengharukan, katanya, adalah kemenangan pertamanya bersama Ducati musim ini.

“Podium bareng Alex, saya di posisi pertama, dia kedua—itu sangat spesial,” katanya.

Marquez menegaskan bahwa hubungan dengan sang adik tak akan berubah meski mereka bersaing di lintasan.

Baca Juga: Franco Morbidelli Dipastikan Tak Membalap di Sachsenring setekah Cedera Akibat Crash dalam Sprint Race MotoGP Jerman

“Kalau harus saling salip atau bahkan jatuh bareng, ya sudah. Minggu depan ada balapan lagi. Kami tetap saudara,” ujarnya.

Rivalitas, Kritik, dan Motivasi

Nama-nama besar seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, hingga Valentino Rossi muncul saat Marquez diminta menyebut rival paling berkesan.

“Dani guru yang diam. Saya belajar banyak dari dia,” ucapnya.

Ia juga menanggapi kritik: “Waktu masih 20 tahun, komentar buruk itu mudah menggoyahkan. Sekarang tidak. Malah jadi motivasi,” katanya.

Tentang kemungkinan memperbaiki hubungan dengan Valentino Rossi, Marquez menjawab lugas.

Baca Juga: Honda Tutup Pintu untuk Marc Marquez? Bos HRC: Balik ke Honda di 2027 Itu Rumit

“Kalau sesuatu tidak hanya tergantung satu pihak, kita nggak bisa bilang ‘Saya nggak tertarik’. Jadi ya, begitu saja,” katanya.

Sejak insiden kontroversial di Sepang 2015, hubungan antara dua ikon MotoGP ini membeku dan tak pernah benar-benar mencair.

Meski beberapa kali terlihat saling hormat di depan publik, Marquez tampaknya realistis: perbaikan hubungan bukanlah hal yang bisa ia putuskan sendiri.

Soal Gelar dan Penyesalan Terbesar

Meski dekat dengan rekor Rossi, Marquez mengaku tak terobsesi dengan angka.

“Saya bahkan dulu nggak tahu berapa kemenangan Agostini atau Valentino. Sekarang saya tahu, 89 ya? Tapi itu berat,” katanya.

Ia juga buka-bukaan soal kesalahan terbesarnya, kembali terlalu cepat setelah cedera di Jerez 2020.

Baca Juga: Stefan Bradl Sebut Bagnaia Dalam Bahaya Jelang MotoGP Jerman: Marc Marquez Sangat Suka Duel-Duel Sengit Itu

“Itu kesalahan besar. Kalau saya istirahat empat-lima bulan, mungkin semua baik-baik saja. Sekarang saya masih merasakan dampaknya,” sesalnya.

Tetap saja, pembalap kelahiran Cervera ini menegaskan satu hal yang tak pernah berubah.

“Saya selalu bicara jujur, tapi tetap sopan. Kalau ada yang melampaui batas, berarti mereka bukan orang yang penting buat saya,” tegasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#dani pedrosa #jerez #Sachsenring #alex marquez #marc marquez #valentino rossi #MotoGP