DAGESTAN, Radar Jember - Setelah mengukir rekor bertahan gelar ringan terbanyak (4 kali), dan menang via submission hebat di UFC 311 atas Renato Moicano , Makhachev dikabarkan hendak menjuarai kelas welter dan menjadi gelandang dua divisi.
Pusat perhatian kini tertuju pada potensi duel ganda.
Jika berhasil mengalahkan Jack Della Maddalena dan meraih sabuk welter, ia akan menjadi juara ganda – sebuah pencapaian langka dan fenomenal .
Makhachev kini berada di posisi ideal untuk menyaingi prestasi Jon Jones, yang memegang rekor 18 kemenangan beruntun ― sementara Makhachev ada di 15 kemenangan tanpa kalah, menyamai rekor Anderson Silva dan Kamaru Usman.
Namun perjalanan menuju ganda sabuk itu bukan tanpa tantangan.
Welterweight dikenal kompetitif dan lebih berat kelasnya, serta diisi juara seperti Belal Muhammad dan Leon Edwards.
Khabib pun menentang kemungkinan menghadapkan Makhachev pada Muhammad karena kedekatan mereka di tim .
Menurut Georges St‑Pierre, kekuatan Makhachev terletak pada submission agresif dan takedown, namun ia mungkin tak seunggul Khabib dalam posisi ground and pound classic .
Sementara itu, ia tetap konsisten memanfaatkan warisan Khabib sebagai mentor, serta pengalaman bersama tim pelatih di American Kickboxing Academy.
Performanya di 311 semakin menegaskan statusnya sebagai P4P terbaik dunia .
Kini publik bertanya: apakah Islam Makhachev akan menjadi legenda ganda sabuk, lalu memilih pensiun seperti Khabib? Atau ia menerima tantangan lebih lanjut dan memperpanjang masa kejayaannya di UFC? (faq)
Editor : Nur Hariri