radar jember - Beberapa hari lalu sepakbola digemparkan dengan pemberhentian Shin Tae Yong dari pelatih kepala Timnas Indonesia.
Erick Thohir ketua PSSI pun akhirnya memberikan klarifikasi resmi dalam beberapa podcast.
Bahkan dia cukup kecewa ada suara-suara dugaan pemberhentian STY salah satu faktornya yakni tekanan dari mafia bola.
Pemecatan itu dikaitkan netizen dengan mafia bola. Lantas apa kata Ketum PSSI Erick Thohir?
Erick Thohir tegas membantah hal tersebut saat ditanya awak media.
"Itu tidak benar, saya pemimpin yang nggak bisa ditekan-tekan," jawabnya.
Ia mengatakan, tekanan match fixing justru lebih besar ketimbang memecat pelatih.
"Soal isu itu, perbaiki match fixing justru lebih berat tekanannya. Liga 1 sudah berjalan baik sudah ada sistem VAR, cuma masih ada alarm bunyi di Liga 2," sambungnya.
"Saya rasa sekarang Liga 1 berjalan baik, yang alarm-nya bunyi masih di Liga 2.
"Yang kita perbaiki di Liga 1 itu dengan adanya VAR, pelatih yang bisa dipercaya. Liga 2 akan menyusul," ujar menteri BUMN itu.
Tak berselang lama statmen Erick Thohir tersebut yang menyebutkan, ada bunyi alarm (dugaan mafia bola, red) di Liga 2, kejadian gol aneh terjadi di pertandingan kemarin (11/1/2025) antara Deltras FC melawan Persibo dalam lanjutan grup Timur Liga 2 di Gelora Delta Sidoarjo.
Gol Amar Hamzah di menit ke-97 menjadi pemicu kerusuhan terjadi, akibat keputusan wasit idfi akbar patha yang dinilai berat sebelah ke Persibo.
Pertandingan terakhir grup timur Liga 2 antara Deltras FC melawan Persibo Bojonegoro, Sabtu (11/1/2025) di Stadion Gelora Delta berujung pada kericuhan.
Wasit tengah Idfi Akbar Patha Saduan memberikan keputusan-keputusan yang dianggap berat sebelah ke tim Persibo Bojonegoro. Beberapa keputusan kontroversialnya pun sudah jauh dari kata-kata fair play pada Law Of The Game (LOTG).
Seperti gol kedua Deltras di babak pertama yang dianulir. Padahal di rekaman pertandingan maupun rekaman dari vidio, bola sudah jelas melewati garis gawang. Meski begitu, wasit Idfi pun tak menggubris bola yang sudah lewat garis gawang.
Setelah itu, keputusan puncaknya pada akhir pertandingan babak kedua. Gol Persibo di menit ke-90+7 menjadi keputusan kontroversial yang besar.
Disisi lain, di jagat sosial media juga banyak warganet yang berkomentar soal siapa pemilik Persibo saat ini.
Usut punya usut, Persibo kini ditangan Eko Setiawan salah satu exco PSSI.
Tak pelak, banyak warganet yang mengaitkan dugaan keterlibatan salah satu exco PSSI tersebut dengan gol kontroversial Persibo kemarin.
Sebagai informasi Eko Setiawan adalah CEO klub sepak bola Persibo Bojonegoro.
Sebelumnya, Abdulloh Umar adalah CEO klub tersebut, namun digantikan oleh Eko Setiawan.
Selain itu, Eko Setiawan juga memiliki beberapa klub sepak bola dan posisi sebagai Exco PSSI pusat, sehingga dianggap memahami betul kaitannya dengan dinamika dan seluk beluk persepakbolaan.
Editor : Radar Digital