Kiprah Harly Cahya Firdaus Ramadhani, Pesepakbola Muda Asli Bondowoso yang Berlaga di Liga 2
Kini Main di Liga 2 Bersama Adhyaksa Farmel FC
Tak banyak pesepakbola asli Bondowoso yang kini berlaga di kompetisi teratas Liga Indonesia. Jangankan di Liga 1, di Liga 2 saja, bisa dihitung dengan jari. Mungkin satu-satunya pemain asli Bondowoso adalah Harly Cahya, yang kini membela Adhyaksa Farmel di Liga 2. Seperti apa kiprah Harly bermain di Liga 2?
MUCHAMMAD AINUL BUDI
Bondowoso, Radar Ijen
Sosok Harly Cahya Firdaus Ramadhani bisa dibilang sudah punya prestasi gemilang pada tahun 2018 silam. Pemuda asli Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso ini bahkan mampu mengantarkan Persebaya Surabaya U-17 juara Piala Soeratin U-17 tahun 2019 tingkat nasional.
Bahkan, pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini menjadi pemain pilar Bajol Ijo muda waktu itu. Bisa dibilang sejak berhasil membawa Persebaya juara di turnamen junior itu, nama Harly Cahya mulai menapaki karir sepak bolanya step by step.
Alumni SMPN 4 Bondowoso dan SMAN 5 Jember ini pun mulai berpindah-pindah klub di kompetisi amatir Liga 3. Tercatat dirinya pernah menjadi bagian dari Persedikab Kabupaten Kediri di musim 2021 lalu. Lanjut bersama Farmel di musim setelahnya.
Kini, Harly terus mengepakkan karirnya di Liga Indonesia. Musim ini, Harly bergabung bersama klub milik Kejaksaan Agung (Kejagung) Adhyaksa Farmel FC di kasta kedua Liga Indonesia, Liga 2.
Musim lalu, Harly bahkan membawa Farmel berjibaku di kompetisi amatir Liga 3 sampai promosi ke Liga 2 sekaligus menjadi kampiun Liga 3, usai menundukkan Persibo Bojonegoro di laga final.
Kini, tak banyak pesepakbola asli Bondowoso yang bermain di kasta tertinggi Liga Indonesia. Jangankan di Liga 1, di Liga 2 pun pemain asli kota tape itu pun minim bergabung dengan klub-klub Liga 2. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, hanya Harly Cahya pesepakbola Bondowoso yang kini masih eksis di klub Liga 2.
Jawa Pos Radar Ijen pun berkesempatan mewawancarai Harly Cahya, mengenai pendapatnya akan sepak bola lokal Bondowoso dan segala potensinya.
Sedikit pemain asli Bondowoso yang main di Liga 1 atau Liga 2. Sekarang Harly Cahya sendiri bermain di Liga 2, menurut anda kenapa pesepakbola Bondowoso ini masih minim bermain di Liga 1 atau Liga 2?
“Yang jelas satu hal kenapa pemain Bondowoso kurang bisa bersaing di Liga Indonesia. Karena pembinaan usia dini dan juga tentang kepedulian ke pemain itu kurang bagus di Bondowoso sendiri. Dan juga menurut saya kurangnya relasi serta kurangnya kepercayaan diri pemain Bondowoso untuk keluar dari kotanya,”
Selain itu menurut anda apa yang membedakan ketatnya kompetisi Liga 3 dan Liga 2?
“Menurut saya yang membedakan kompetisi Liga 3 dan Liga 2 sebenarnya beda di kualitas pemain dan juga dengan regulasi adanya pemain asing bisa berpengaruh kepada kualitas tim. Beda dengan pertandingan juga, kalau di Liga 3 banyak tim banyak pertandingan dan jeda dari satu pertandingan ke berikutnya terbilang sangat mepet,”
Apakah ada saran sepak bola Bondowoso bagaimana kedepannya? Seperti fasilitas ataupun soal Sumber Daya Manusia (SDM)?
“Yang paling utama tentang pembinaan ke pemain sendiri harus diperbaiki. Yang kedua pelatih juga harus punya lisensi agar ilmu yang dikasih juga berkualitas untuk pemain. Sering ikut event di dalam atau diluar kota untuk menambah jam terbang. Agar pemain punya mental yang terbentuk,”
Editor : Radar Digital