
Perpektif oleh Dr. Romadlon Sukardi, MM
PERADABAN besar tidak lahir dari kekayaan alam semata. Peradaban besar lahir dari manusia-manusia unggul yang mampu mengubah ilmu menjadi karya, nilai menjadi karakter, dan cita-cita menjadi kemajuan.
Karena itu, investasi terbesar sebuah bangsa sesungguhnya bukan pada gedung, jalan, atau infrastruktur fisik, melainkan pada pembangunan sumber daya manusia. Sebab bangsa yang mampu mendidik generasi mudanya hari ini, sesungguhnya sedang menulis sejarah kejayaannya di masa depan.
Dalam perspektif tersebut, peluncuran Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur Tahun 2026 oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bukan sekadar program bantuan pendidikan. Lebih dari itu, ini adalah investasi peradaban.
Ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka akses bagi santri untuk memasuki bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sesungguhnya sedang dibangun sebuah jembatan besar yang menghubungkan kekuatan tradisi pesantren dengan tuntutan peradaban global abad ke-21.
Baca Juga: Satgas MBG Jember Buka Jalur Pengaduan, Warga Diminta Aktif Laporkan Kejanggalan via Wadul Guse
Selama berabad-abad, pesantren telah melahirkan ulama, cendekiawan, pejuang kemerdekaan, dan pemimpin bangsa. Kini pesantren memasuki fase baru, yaitu melahirkan ilmuwan, insinyur, peneliti, teknokrat, inovator, dan pemimpin masa depan yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Inilah wajah kepemimpinan transformatif.
Kepemimpinan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi menyiapkan jawaban atas tantangan masa depan. Kepemimpinan yang tidak sekadar mengelola program, tetapi mengubah cara pandang dan arah perjalanan sebuah generasi.
Di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa, pembangunan pendidikan tidak berhenti pada pemerataan akses, tetapi bergerak menuju transformasi kualitas. Tidak cukup hanya mencetak lulusan, tetapi mencetak manusia unggul yang memiliki kompetensi global sekaligus karakter kebangsaan dan spiritualitas yang kuat.
Baca Juga: Gus Fawait Blak-blakan: BGN Era Nanik S. Deyang Harus Bersih dan Mampu Putar Ekonomi Desa Jember
Di sinilah letak nilai strategis Program Beasiswa LPPD. Program ini tidak hanya membuka pintu kampus, tetapi membuka cakrawala masa depan. Tidak hanya mengirim santri ke perguruan tinggi, tetapi menyiapkan mereka menjadi aktor utama pembangunan Indonesia Emas 2045.
Keputusan memasukkan STEM ke dalam skema beasiswa pesantren menunjukkan keberanian berpikir jauh ke depan. Dunia saat ini sedang bergerak menuju era kecerdasan buatan, teknologi digital, energi baru terbarukan, bioteknologi, robotika, dan ekonomi berbasis pengetahuan.



