Radar Jember – Dalam dunia jersey saat ini, ada beberapa jenis bahan yang sering digunakan oleh klub sepak bola untuk bertanding.
Di Indonesia, bahan jersey yang paling umum digunakan dalam 3-4 tahun terakhir adalah fabric Zigzag Milano.
Hampir semua tim di Liga Indonesia, termasuk Liga 3, menggunakan bahan ini. Namun, sejak musim lalu, terjadi perubahan signifikan dalam pilihan bahan jersey.
Owner Apparel Notosportswear, Rizky Adi, mengkatakan bahwa tim-tim di Liga 1 dan Liga 2 mulai beralih menggunakan bahan Jacquard. Pergeseran ini mungkin dipengaruhi oleh penggunaan bahan Jacquard oleh Timnas Indonesia pada era Mills pada tahun 2022.
Bahan ini kini sudah banyak dijual bebas di toko kain, dan bahkan bisa di-custom motifnya sesuai kebutuhan.
“Seperti Noto tahun ini juga akan mempunyai fabric sendiri khusus untuk kerjasama dengan tim Liga Profesional atau produk retail kami, juga sudah tidak menggunakan bahan Zigzag Milano yang sering digunakan pada umumnya ntuk Custom Jersey di Indonesia,” kata Rizky Adi.
Dengan ini, bahan Zigzag Milano yang dulu umum digunakan kini mulai ditinggalkan dalam pembuatan jersey custom di Indonesia.
Beralih ke topik kenyamanan jersey bagi pemain, hal ini sebenarnya subjektif karena setiap individu memiliki preferensi yang berbeda.
Namun, secara umum, jersey yang nyaman bagi pemain adalah yang terbuat dari bahan yang ringan dan memiliki kemampuan Fast Dry atau Quick Dry.
“Ini sebenarnya subjektif, karena masing masing individu pasti memiliki penilaian kenyaman sendiri sendiri cuma secara garis besar pasti bahan yang Ringan dan juga Fast Dry / Quick Dry sehingga keringat bisa segera kering sehingga pergerakan para atlet juga bisa lebih nyaman lagi,” jelas Rizky.
Jika jersey tidak mudah kering, keringat akan menempel pada kain dan membuatnya menjadi basah serta berat saat digunakan, yang tentu saja dapat mengurangi kenyamanan dan performa pemain di lapangan.
Secara keseluruhan, perkembangan bahan jersey di Indonesia menunjukkan tren yang menuju ke arah peningkatan kualitas dan kenyamanan.
Perubahan dari penggunaan bahan Zigzag Milano ke Jacquard mencerminkan upaya klub dan produsen jersey untuk menyediakan produk yang tidak hanya memenuhi standar estetika, tetapi juga fungsional bagi para atlet.
Pemilihan bahan yang tepat menjadi faktor kunci dalam menunjang performa pemain, mengingat jersey yang nyaman dapat memberikan dampak positif pada gerakan dan stamina mereka selama pertandingan.
Bagi klub, ini berarti investasi dalam bahan jersey berkualitas tinggi adalah langkah strategis untuk meningkatkan performa tim.
Sementara itu, bagi produsen, kemampuan untuk menyediakan bahan jersey yang bisa di-custom sesuai kebutuhan klub menjadi nilai tambah yang sangat dihargai di pasar yang kompetitif ini.
Dengan bahan yang tepat, baik klub maupun produsen bisa menciptakan jersey yang tidak hanya stylish, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi pemain di lapangan.
Sebagai kesimpulan, perubahan bahan jersey yang digunakan oleh klub-klub di Indonesia dari Zigzag Milano ke Jacquard mencerminkan perkembangan dan inovasi dalam industri jersey lokal.
Pilihan bahan yang tepat tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga kenyamanan dan performa pemain di lapangan.
Ini menunjukkan bahwa kenyamanan pemain saat bertanding menjadi prioritas utama dalam pengembangan jersey di era modern ini.
Editor : Radar Digital