Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemain Asli Jember Bayu Gatra Blak-blakan Soal Timnas dan Soal Grasroot

Radar Digital • Selasa, 6 Agustus 2024 | 23:20 WIB
BAYU GATRA (Instagram Official Madura United)
BAYU GATRA (Instagram Official Madura United)

Radar Jember ­– Bayu Gatra menyamakan proses membangun Timnas Indonesia yang kuat dengan membangun rumah. Menurutnya, jika fondasinya kuat, timnas juga akan kokoh.

Sebagai seorang penyerang yang diakui kehebatannya di lapangan, Bayu Gatra telah menjadi andalan Madura United sejak 2021, yang memperpanjang kontraknya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.

Namun, Bayu tidak hanya piawai di lapangan, dia juga mahir berbicara di luar lapangan. Hal ini dibuktikan saat ia menjadi tamu di kanal YouTube Bicara Bola milik Akmal Marhali.

Dalam kesempatan tersebut, ia membahas berbagai hal, termasuk pentingnya fondasi yang kuat untuk Timnas Indonesia.

Pria berusia 32 tahun ini menekankan bahwa banyak aspek yang perlu dibenahi agar Indonesia memiliki timnas yang kuat.

"Fondasi di bawah harus diperkuat. Seperti membangun rumah, kalau fondasinya hancur, meskipun bangunannya megah, pasti akan runtuh juga," kata Bayu Gatra dengan sedikit filosofi. "Tapi kalau fondasinya sudah kuat, bangunan di atasnya meskipun direnovasi akan tetap indah."

Menurut Bayu, fondasi tersebut mencakup pelatihan sepak bola yang benar sejak usia dini, seperti passing, kontrol bola, serta kualitas pelatih.

"Pelatih di tingkat grassroot harus lebih jeli. Jangan seperti zaman saya dulu, pelatih tidak bisa menendang bola, tidak tahu cara menendang yang benar, posisi yang tepat, dan formasi yang harus digunakan saat kalah. Itu semua tidak dijelaskan," katanya.

"Saya tidak ingin menyalahkan pemain. Masalahnya ada pada sistem grassroot kita yang buruk. Itulah mengapa saya mendirikan SSB di rumah pada tahun 2018. Saya ingin sepak bola ke depan bisa menciptakan generasi dengan passing dan kontrol bola yang bagus. Jangan seperti saya."

Ketika ditanya tentang perbedaan timnas di eranya dengan sekarang, Bayu menyebut dukungan pemerintah sangat minim pada zamannya.

"Dulu, dukungan dari pemerintah sangat minim. Kami bahkan pernah menerima bonus dari coach Rahmad Darmawan pada 2013 SEA Games karena timnas tidak punya uang. Sekarang, dukungan pemerintah penuh," jelasnya.

Terkait peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, Bayu berkomentar bahwa sepak bola saat ini telah berubah.

"Media sosial ada di mana-mana. Analisis video juga sudah dipelajari. Zaman saya dulu tidak ada. Sekarang kekuatan lawan sudah bisa diprediksi. Jadi siapa yang lengah, meskipun tim kuat, bisa kalah juga," ungkapnya.

"Menurut saya, peluang Indonesia cukup besar atau fifty-fifty, termasuk saat melawan Jepang. Kita harus tetap fokus, kerja keras, dan jangan cepat puas."

Bayu juga menyinggung tentang banyaknya pemain diaspora yang bermain untuk timnas, menilai ada pro dan kontra.

"Ini pandangan saya, kita harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang diterapkan oleh PSSI. Kekurangannya, kesempatan pemain lokal berkurang. Tapi kita harus belajar dan meniru permainan pemain-pemain naturalisasi," tambahnya.

Bayu Gatra, dengan pengalaman dan pandangannya, terus berjuang untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik, baik di Madura United maupun di timnas jika tenaganya masih dibutuhkan.

 

Editor : Radar Digital
#Jember #bayu gatra #madura united #timnas