Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Olahraga Jemparingan di Jember Mulai Banyak Diminati Anak-anak

Radar Digital • Selasa, 10 Oktober 2023 | 17:20 WIB

 

BERPERAN AKTIF: Atlet pemanah mengikuti festival panahan tradisional di lapangan sepak bola UIN KHAS Jember, Minggu (8/10).
BERPERAN AKTIF: Atlet pemanah mengikuti festival panahan tradisional di lapangan sepak bola UIN KHAS Jember, Minggu (8/10).

MANGLI, Radar Jember - Tidak banyak orang mengenal jemparingan. Sebuah olahraga tradisional yang menggunakan busur dan anak panah tradisional. Namun, belakangan, olahraga ini makin banyak diminati. Tak hanya kalangan lansia, olahraga tradisional ini nyatanya juga digemari anak-anak.

Di Jember, olahraga panahan tradisional dinaungi oleh Perkumpulan Panahan Tradisional (Perpatri) Jember. Ini sudah diikuti oleh beberapa klub panahan tradisional. Bahkan, festivalnya juga ada. Terbaru, festival panahan tradisional digelar di lapangan sepak bola UIN KHAS Jember, Minggu (8/10).

Ratusan pemanah tradisional dari Jember ikut berpartisipasi. Beberapa pemanah dari Lumajang juga mengikutinya. Selain untuk meningkatkan kemampuan memanah dan prestasi, festival itu juga untuk melestarikan budaya serta menggiatkan olahraga tradisional.

Ketua Perpatri Jember Donny Fisky Anto menjelaskan, ada perbedaan besar antara panahan umum dengan panahan tradisional. Mulai dari naungan atau induk olahraganya, alatnya, hingga teknik memanahnya. Paling mencolok terlihat pada pakaian pemanahnya. Sementara, di beberapa nomor pertandingannya hampir mirip dengan memanah modern.

“Jadi, tidak menggunakan alat yang modern dan lengkap. Tetapi, hanya busur dan anak panah tradisional tanpa tambahan aksesori modern lainnya. Sedangkan bajunya juga terlihat. Pemanahnya mengenakan pakaian yang tradisional. Mau dalam negeri atau luar negeri, selama itu tradisional, diperkenankan,” jelasnya.

Donny mengatakan, pakaian hingga alat tradisional itu memang wajib digunakan pada olahraga ini. Sebab, menjadi ciri khas atau pembeda dengan olahraga lainnya. Seluruhnya juga diatur dalam permainan ini. Termasuk teknik saat memanah. “Kalau modern atau umum biasanya kan berdiri. Kalau di kami, ada yang berdiri, ada juga memanah dengan cara duduk. Jadi, ada tingkat kesulitannya dalam memanah,” katanya.

Meski demikian, panahan tradisional ini mengusung dua misi utama. Yakni menjaga kelestarian budaya dan menggeliatkan olahraga tradisional. “Agar semakin banyak yang mengenal dan ikut melestarikan. Karena ini termasuk budaya, maka kami juga menggandeng Dinas Pariwisata. Selain itu, olahraga tradisional ini diharapkan semakin banyak diminati, terutama mereka yang masih junior,” pungkasnya. (kin/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Kabupaten Jember #Panahan