MALAYSIA, Radar Jember – Debut empat pemain Persatuan Sepak Bola Amputasi Djember (Persaid) Jember di laga internasional sangat membanggakan. Pada turnamen Artalive Challenge Cup Amputee Football 2023 di Selangor Malaysia, dua hari lalu, keempatnya bermain apik. Shiddiq Bahiri, M Lukiyono, Fredo Dimas Saputro dan Muhammad Havid sama-sama berkesempatan main membela Tim Nasional Indonesia amputasi U-23 atau Garuda Indonesia Amputee Football (Garuda INAF) U-23.
Pelatih Persaid Jember Rixhi Saputra mengaku bangga atas raihan prestasi dari keempat pemain tersebut. Sebab, selama even digelar, keempatnya memberikan kemampuan yang terbaik. Sehingga keempat Persaid Jember ini turut mengantarkan Garuda Inaf menjuarai turnamen tersebut.
“Pastinya bangga dengan kemenangan ini. Dari segi permainan, Indonesia sangat bagus. Apalagi level Timnas Amputasi Indonesia jauh di atas Malaysia. Karena di Indonesia lebih banyak tim lokal amputasi dan lebih kompetitif,” katanya.
Namun, hasil membanggakan ini tidak boleh membuat pemain Persaid jumawa. Menurut Rixhi, sapaan akrabnya, hasil tersebut belum menjadi tolok ukur permainan sepak bola amputasi di tingkat Asia maupun dunia. Sebab, jika dibandingkan dengan timnas amputasi negara lain, kemampuan pemain Indonesia masih jauh di bawahnya. Artinya skill maupun fisik pemain perlu terus diasah.
“Semua pemain Jember bermain luar biasa. Bahkan pemain terbaik diberikan pada Muhammad Lukiyo. Tetapi, kemampuan pemain masih perlu ditingkatkan. Karena kalau membicarakan sepak bola amputasi dunia, level mereka jauh di atas kita,” jelasnya.
Oleh karena itu, empat pemain yang sudah masuk skuad Garuda Inaf ini akan terus dipertahankan. Di sisi lain, peningkatan skill permainan juga bakal segera dilakukan. Sebab, keempatnya sudah menempati posisi terbaik di timnas. Sehingga, hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Terutama manajemen Persaid Jember sebagai rumah pertama di sepak bola amputasi.
“Mereka kan sudah masuk kerangka timnas. Harapannya tetap rajin berlatih meskipun tidak ada jadwal latihan. Terutama pemain mudanya. Harus perlu banyak belajar ke pemain senior dan menambah jam terbang sekaligus pengalaman,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Ivona