Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tidak Ada Reward Juara Pencak Silat Piala Kemenpora, Panitia Untung Besar?

Safitri • Kamis, 5 Januari 2023 | 17:39 WIB
BERTANDING: Dua pesilat dari luar daerah adu teknik untuk memperebutkan tiket final pada event Piala Kemenpora di GOR PKPSO Kaliwates.
BERTANDING: Dua pesilat dari luar daerah adu teknik untuk memperebutkan tiket final pada event Piala Kemenpora di GOR PKPSO Kaliwates.
SUMBERSARI, Radar Jember - Perhelatan kejuaraan pencak silat Piala Kemenpora sudah digelar di Jember. Beberapa pesilat dari luar daerah juga sudah pulang ke daerahnya masing-masing. Namun, di balik kejuaraan itu, pesilat yang sukses menjadi juara ternyata tidak mendapatkan reward atau uang pembinaan. Padahal, pada event tersebut masing-masing atlet harus membayar uang pendaftaran yang nilainya lumayan.

BACA JUGA : Syarief Hasan Diperiksa KPK sebagai Saksi Dugaan Korupsi

Ketua pelaksana pencak silat Piala Kemenpora, Muhammad Hasyim Arif, menjelaskan, para atlet yang meraih medali memang tidak mendapatkan reward atau uang pembinaan. Mereka hanya mendapatkan medali dan piagam. "Tidak ada reward bagi peraih medali," ujarnya. Saat ditanya apakah sudah ada pemberitahuan sebelumnya, Arif menyebut hal itu sudah disampaikan.

Pada event tersebut masing-masing atlet diwajibkan membayar uang registrasi. Dalam proposal event tertulis biaya pendaftaran sebesar Rp 300 ribu untuk kategori tanding atau tunggal, Rp 500 ribu untuk kategori ganda, dan Rp 700 ribu kategori beregu. Dalam event tersebut tercatat ada 1.301 atlet dari berbagai wilayah. Apabila uang pendaftaran itu benar demikian, panitia penyelenggara bisa untung besar karena hanya memberikan medali dan piagam, tanpa ada uang saku.

Peraih medali emas, Aflahal Aufa Dzaky Daffa, menjelaskan, dirinya bertanding di nomor fighter kelas D. Dia meraih medali emas setelah berhasil mengalahkan lawannya di final pada Selasa (3/1). "Alhamdulillah, saya berhasil membawa medali emas," ujarnya.

Dzaky mengaku, dirinya ternyata tidak mendapatkan reward atau uang pembinaan atas prestasi yang diraihnya. Padahal atlet tersebut membayar uang pendaftaran sebesar Rp 300 ribu. "Saya hanya diberikan medali dan piagam saja," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Padahal, Dzaky sudah mempersiapkan diri selama dua bulan untuk menghadapi kejuaraan tersebut. Penambahan jadwal latihan dari pelatih sudah dia lakukan. Bahkan, sampai di rumah, Dzaky menambah latihan berupa pemantapan fisik. "Sebenarnya saya tidak berharap ada uang, saya hanya fokus meraih medali emas," jelasnya.

Selayaknya penyelenggara memberikan perhatian kepada atlet yang berprestasi. Mengingat kejuaraan tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi Jember dan perdana dilaksanakan.

Dzaky hanya berharap bahwa prestasinya pada event tersebut bisa tercatat sebagai atlet berprestasi dan bisa mendapatkan reward tahunan non-Porprov. "Semoga bisa tercatat sebagai atlet yang berprestasi pada reward tahunan," pungkasnya. (faq/c2/nur) Editor : Safitri
#silat #Jember