Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Shakira Ailani, Juara Taekwondo yang Pandai Menari

Safitri • Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:55 WIB
SALAM PEMBUKA: Shakira Ailani menampilkan teknik awalan dalam dunia taekwondo di dojang, Kelurahan Sumbersari, kemarin (22/8).
SALAM PEMBUKA: Shakira Ailani menampilkan teknik awalan dalam dunia taekwondo di dojang, Kelurahan Sumbersari, kemarin (22/8).
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Senyum manis seorang gadis merekah di sebuah dojang, di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Shakira Ailani, perempuan asal Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, itu terlihat semringah menceritakan capaiannya.

BACA JUGA : Niat Nikah Usai Wisuda, Keluarga Brigadir J Diundang untuk Menerima ijazah

Dengan tekad kuat, Shakira mengaku hanya membawa uang saku Rp 300 ribu dalam pertandingan taekwondo yang digelar di Universitas Muhammadiyah (Umsida) Sidoarjo. Harapannya untuk bisa berprestasi di kejurprov diraih dengan baik. Dia pun meraih medali emas untuk kali kedua.

Gadis Blasteran Australia-Indonesia itu adalah atlet taekwondo kebanggaan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Dia bertandang ke Sidoarjo demi meraih cita-citanya. Shakira sempat mengalami cedera berat di bagian kaki. Namun, hal itu tak membuat semangatnya ciut. "Saya tetap harus ikut demi membanggakan Jember," ujarnya sambil mengurut kakinya.

Apa yang ditargetkan rupanya dikabulkan Tuhan. Shakira berhasil meraih medali emas klasifikasi kyorugi fight, kelas under 60 kilogram. Dia sukses menumbangkan lawannya hingga babak akhir. Rasa haru tampak di wajahnya, mengingat wasit menentukan hasil pertandingan yang dimenangkan dirinya. "Bahagia sekali, berangkat dari Jember tidak sia-sia," tambahnya.

Setahun yang lalu, perempuan cantik itu juga pernah menyabet medali emas pada Kejuaraan Provinsi 2021 yang diselenggarakan di Magetan. Dia berhasil mengalahkan atlet asal Malang dengan berbagai serangan andalannya. Semangatnya yang tinggi membuatnya sukses meraih berbagai penghargaan.

Shakira menjelaskan, untuk meraih prestasi itu bukan hal yang instan. Ada proses panjang yang dilaluinya sebagai atlet taekwondo. Pagi dan sore jogging dan rutin workout di rumah. Dia juga sering latihan autodidak dengan mengulangi berbagai teknik yang dipelajari di dojang. "Kadang lari di alun-alun kota, juga di rumah latihan sendiri," katanya.

Dikatakan, dirinya mulai ikut latihan taekwondo sejak kelas 3 SD. Dia tertarik dengan dunia beladiri karena suka dengan tantangan. Meski demikian, Shakira sempat vakum selama enam tahun lamanya. "Sempat berhenti latihan dari SMP hingga SMA," terangnya.

Meski sudah tidak lagi aktif di dunia beladiri, namun dia tetap berkegiatan dengan mendalami kesenian tari tradisional. Dalam sejarah enam tahun tanpa latihan taekwondo itu, ia juga berbakat di dunia seni. Bahkan sempat meraih beberapa piala penghargaan seni tradisional.

Lalu, dia pun kuliah dengan tujuan menimba ilmu ke jenjang yang lebih dalam. Hingga tebersit dalam pikirannya untuk meneruskan latihan taekwondo di kampusnya. Awalnya, ia hanya fokus untuk meraih sabuk tingkat. Tanpa berpikir untuk fokus pendalaman atlet. "Awalnya cuma fokus pada kenaikan gelar sabuk," katanya.

Sisi lain dari Shakira, ternyata juga aktif di keorganisasian kampus. Dia pernah menjabat sebagai Sekretaris Menteri di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) di kampusnya. Kegiatannya cukup humanis. Sebab, ia sering melakukan berbagai kegiatan sosial. "Pernah ada kegiatan penanaman seribu pohon di Panti, dan sering melakukan aksi galang dana," ujarnya. (c2/nur)

  Editor : Safitri
#Jember #Atlet