BACA JUGA : Review Celana Pendek Wanita Nine to Twelve, Modis dan Nyaman Digunakan
Kompetisi sepak bola Liga 3 Jawa Timur akan mulai digelar pada September 2022. Namun, klub kebanggaan masyarakat Jember, Persid, justru mengganti posisi head coach dari Herrie Setyawan ke Slamet Sampurno.
Hal itu membuat konsentrasi dari para pemain justru terganggu. Mulai dari penyesuaian formasi baru, adaptasi dengan pelatih baru, hingga strategi yang tentunya masing-masing pelatih memiliki formulasi yang berbeda. "Sekarang kami ganti head coach Slamet Sampurno, pemain legenda Persid," kata Rezky Pratama Hermansyah, Ketua Yayasan Persid Jember.
Tak banyak komentar dari Rezky selaku pemilik yayasan saat dimintai keterangan mengenai hal krusial. Seperti, target tahun ini pada kompetisi liga 3, siklus sepak terjang Persid yang tak menentu, hingga ekspektasi masyarakat Jember yang selalu menanti Persid tampil di Liga 2 zona Jatim.
Saat skuad Persid ditinggal pelatih Herrie Setyawan, pihak manajemen menunjuk Abdul Rahman sebagai pelatih karakter. Hingga akhirnya, Herrie digantikan oleh Slamet Sampurno. Mantan pemain Persik Kediri yang berposisi sebagai bek kiri tersebut menjadi head coach. “Kami memilih Slamet Sampurno karena sudah memegang lisensi B kepelatihan. Dia juga pelatih muda yang punya inisiatif. Sebab, berbagai opsi pilihan seperti Masdra Nurriza sudah menjadi pelatih Persibo Bojonegoro, dan Lulut Kristono, mantan pelatih Persebaya U-18 itu, kini menjadi pelatih Persinga Ngawi. Lagi pula, semua opsi pelatih yang ada sudah memiliki tim, karena memang waktu kompetisi makin mepet,” kata Rezky.
Menurutnya, Sampurno mulai melatih pada Senin (15/8) lalu. Rezky tak memberikan ekspektasi terlalu tinggi, karena Persid sedang dalam masa peralihan pelatih. “Untuk sementara mungkin bonding (menguatkan ikatan, Red) dulu antara pelatih dengan para pemain, penyatuan chemistry dan sebagainya. Kalau sudah selaras, mungkin bisa capai target besarnya,” kata Rezky.
Rezky menyadari Sampurno terkendala mepetnya waktu menjelang kompetisi bergulir. “Tapi, kalau Coach Sampurno bisa cepat menyesuaikan, itu lebih bagus,” terangnya.
Jika ditelisik lebih dalam, maka masyarakat Jember, khususnya pencinta bola, memiliki harapan besar kepada tim yang dijuluki Macan Raung tersebut. Kompetisi liga 3 tahun ini seharusnya menjadi ajang batu loncatan untuk dapat meraih posisi di Liga 2. Tentunya dengan berbagai persiapan yang matang.
Namun, yang terjadi justru Persid Jember sepertinya akan mengulang ritme strategi dan formasi dari awal. "Total pemain ada 22, yang resmi dikontrak ada 19 pemain," kata Aulia Ruliansyah, Sekretaris Manajer Persid.
Saat ini, pemain dituntut untuk bisa beradaptasi dengan pelatih baru. Mulai dari strategi, formasi, bahkan trik dan formulasi khusus dari pelatih. Di waktu yang tinggal hitungan hari, tentu para pemain akan kerepotan dalam menangani situasi tersebut. "Sementara, kami berharap para pemain sigap dalam proses penyesuaian," tambahnya.
Sementara itu, tanggapan dari Slamet Sampurno tak begitu banyak. Ia berpesan agar para pemain lebih kompak dalam membangun kerja sama tim, mempergunakan kesempatan sebaik mungkin hingga komunikasi antarsesama pemain semakin ditingkatkan. "Karena waktunya mepet, jadi untuk formasi tak banyak yang akan diubah," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember. (mg5/c2/nur)
Editor : Safitri