Lintasan atletik di Stadion JSG menjadi kebanggaan banyak warga Jember. Apalagi, sejak Porprov Jatim yang sudah selesai kemarin, ada lintasan atlet berstandar nasional. Dengan begitu, PASI Jember ingin agar semua pihak bersama-sama merawatnya.
SUTAN CADENA, RADAR JEMBER
PULUHAN tahun lamanya Jember tidak memiliki lintasan atletik yang berstandar nasional maupun internasional. Dengan adanya Porprov kemarin, Jember pun memilikinya. Namun, setelah acara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 perlu perawatan yang dilakukan pada fasilitas olahraga di Stadion JSG tersebut.
Koordinator Pelatih PASI Jember Wahman Sumanjaya mengatakan, salah satu fasilitas yang perlu mendapatkan perlakuan khusus yaitu lintasan lari. Fasilitas itu berada di lapangan JSG. Bahannya terbuat dari tartan yang merupakan bahan sintetis, dengan standar nasional.
Biaya pembuatannya juga besar. Untuk itu, perlu diimbangi dengan biaya perawatan yang tinggi. Selama ini, perawatan yang dilakukan oleh Dispora dengan membersihkan lintasan seminggu 4 kali. Cara pembersihannya yaitu dengan menyiram menggunakan air, kemudian dikeringkan menggunakan mesin. Untuk saat ini terdapat 4 alat semprot untuk pembersihan lintasan lari.
BACA JUGA: Soal Perawatan Venue Pasca Porprov, Ini Kata Bupati Hendy
Tartan yang berbahan sintetis terbilang mudah terbakar. Oleh karena itu, perlu perlakuan khusus untuk melindunginya agar tidak rusak. Masyarakat atau atlet yang melalui lintasan dilarang merokok, dilarang untuk mengendarai kendaraan seperti mobil dan sepeda motor.
Guna menjaga lintasan agar aman, saat para pemain bola yang hendak melakukan pertandingan di dalam stadion melintasi lintasan atletik, perlu dipasang terpal atau alas lainnya. Itu sebagai pelindung tartan dari sepatu para pemain.
Perlu diketahui, sepatu para pemain bola berbeda dengan atlet lari. Bisa jadi akan mudah merusak lintasan yang terbuat dari tartan. Alas sepatu sepak bola yang berbentuk runcing dan keras bisa merusak lintasan.
Selain melindungi lintasan lari, penjagaan stadion dari masyarakat yang tidak memiliki kepentingan juga perlu dilakukan. Berdasarkan pantauan Wahman Sumanjaya selalu koordinator PASI Jember, masih banyak masyarakat sekitar yang tidak memiliki kepentingan masuk ke stadion melewati pintu yang seharusnya tidak dilewati. "Beberapa fasilitas seperti kaca pecah dan pintu rusak," ungkap Wahman.
Sayang sekali jika fasilitas yang ada di JSG itu harus rusak begitu saja. Perlu adanya perhatian dan perlindungan. Nah, hal yang paling dibutuhkan yaitu waker stadion. Waker sangat diperlukan untuk menjaga setiap sudut yang ada di lapangan. Dengan begitu, kerusakan yang terjadi akibat orang yang tidak bertanggung jawab dapat diminimalisasi.
Lintasan tartan ini jika dirawat dengan maksimal bisa bertahan selama 5 tahun. Tapi sebaliknya, jika perawatan dan perlindungannya tak optimal, kurang dari 2 tahun mungkin sudah tidak bisa dipakai.
Saat ini Wahman telah mengusulkan untuk membuat banner peringatan demi menjaga stadion. Seperti dilarang merokok, dilarang melewati lintasan menggunakan sepatu, kendaraan dilarang melewati lintasan, dan sebagainya. Upaya ini dilakukan karena semakin maraknya masyarakat yang tidak merawat JSG. "Saat ini yang paling dibutuhkan adalah penjaga stadion atau bisa kita sebut waker," jelasnya. (*)
Foto : PASI Jember for Radar Jember
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal