Kompetisi yang berlangsung 14-18 Juni kemarin, CCB Jember belum menorehkan juara dan hanya finis di urutan ke empat. Kompetisi untuk pembinaan atlet usia dini tersebut diikuti berbagai klub. Untuk KU 12 putri ada CLS Surabaya, Rainbow Surabaya, The Lion Surabaya, Cancer Bali, dan CBB Jember.
Pada pertandingan pertama, pebasket putri CBB ini harus mengakui keunggulan dari pebasket bali yaitu Cancer dengan skor 11-24. Pada laga kedua, mereka mampu bangkit dan mencetak poin banyak dan mengandaskan perlawanan Rainbow Surabaya dengan skor 10-49.
BACA JUGA: Tim Basket Bondowoso Tak Berani Target Medali
Syaironi, pelatih kepala basket CBB Jember, mengatakan, pada pertandingan pertama evaluasinya adalah grogi. "Anak-anak masih demam panggung. Dengan skill yang dimiliki seharusnya mampu melewati Cancer Bali," ungkapnya, Minggu (18/6).
Sementara itu, pertandingan ketiga lawan CLS Surabaya, CBB Jember harus rela menerima kekalahan. Meski demikian, hasil itu menjadi pelajaran berharga. CLS unggul atas CBB 42-16. Dan pada laga terakhir CBB Jember juga menyerah 30-13 oleh The Lion Surabaya.
Syaironi menjelaskan, pada pertandingan kedua, permain anak didiknya sudah bagus dan tidak grogi lagi. Namun, kata dia, memamg masih kalah stamina dan postur tubuh, terutama ketika melawan CLS. "Tinggi badan sangat memengaruhi untuk kebutuhan rebond," katanya.
Pertandingan open turnamen yang diikuti di luar Jember ini menjadi langkah bagus untuk pembinaan atlet muda. Terlebih, mereka sangat lama tidak merasakan pertandingan resmi akibat pandemi selama dua tahun terakhir. "Jadi, ikut kompetisi ini bagus untuk pembinaan pebasket," ucapnya.
Ke depan, dia menambahkan, dirinya tidak hanya memberikan bekal skill dan pelajaran basket. Namun juga membuat bermain basket itu menyenangkan. Dia berharap, orang tua atau wali atlet juga terus mendukung. "Termasuk mendukung untuk mengontrol istirahat dan makanan yang bergizi bagi anaknya," imbuhnya. (*)
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: CBB for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal