Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Laga Perdana Sepak Bola Besok, Arena Pertandingan Belum Siap

Safitri • Kamis, 16 Juni 2022 | 18:23 WIB
TAHAP PENYELESAIAN: Stadion Notohadinegoro yang mendadak menjadi arena pertandingan sepak bola untuk laga ekshibisi Porprov pada 17 Juni mendatang terus dipersiapkan karena belum tuntas, kemarin.
TAHAP PENYELESAIAN: Stadion Notohadinegoro yang mendadak menjadi arena pertandingan sepak bola untuk laga ekshibisi Porprov pada 17 Juni mendatang terus dipersiapkan karena belum tuntas, kemarin.
PATRANG, Radar Jember - Belum siapnya lapangan Jember Sport Garden (JSG) untuk menghelat sepak bola Porprov saat laga perdana nanti, membuat Stadion Notohadinegoro dipilih sebagai opsi lokasi. Namun, stadion lama di Patrang itu pun belum tuntas seratus persen hingga kemarin.

BACA JUGA : Sayangkan Lemahnya Perencanaan, Lapangan Notohadinegoro Jadi Alternatif

Sepak bola yang sejatinya menjadi salah satu cabor unggulan Jember, disayangkan sejumlah pihak lantaran persiapan venue belum beres. JSG tidak siap, pun demikian Notohadinegoro masih ada pekerjaan. Ada banyak hal yang menjadi penyebab mengapa pada detik-detik menjelang laga perdana sepak bola banyak pekerjaan yang belum selesai.

Salah satu penyebabnya jamak diketahui lantaran belum selesainya pekerjaan lintasan atletik di JSG. Rekanan yang mendapat proyek itu mengaku terdapat sejumlah kendala lain dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Kendala pekerjaan sebenarnya tidak ada, karena hampir tiap hari dikerjakan. Hanya saja, ada barang yang harus didatangkan dari luar negeri. Ini yang mengulur waktu," kata Syaiful Rizal, Direktur CV Guna Bhakti, kontraktor penggarap lintasan atletik di JSG.

Lebih jauh, kendala itu tidak hanya sebatas pada pengadaan barang, namun juga terkait rentang waktu pekerjaan. Sebagaimana dalam kontrak, CV asal Pasuruan itu memulai pekerjaan dengan durasi kontrak sejak 12 April 2022 sampai 25 Juni 2022 dengan pagu anggaran Rp 3,8 miliar. "Dengan perhitungan rentang waktu itu, sebenarnya kurang. Biasanya pekerjaan yang nilai tersebut (Rp 3,8 miliar, Red), berjalan sampai empat bulan. Sementara kami hanya 2 bulan 15 hari," aku Rizal.

Hingga petang kemarin, progres pekerjaan itu diakuinya tinggal pemasangan tahap akhir gravel merah dan marking yang sudah mencapai separuh lapangan lebih. Dia di awal juga mengetahui bahwa ketika JSG tidak selesai, Stadion Notohadinegoro bakal menjadi "juru selamatnya". "Progres lintasan atletik sudah 75 persen. Kami upayakan tepat waktu atau sesuai kontrak," harapnya.

Di tengah pekerjaan lintasan atletik di JSG yang belum rampung, Stadion Notohadinegoro juga masih menyisakan sejumlah pekerjaan. Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, petang kemarin, terlihat beberapa pekerja masih melakukan perbaikan di sela-sela sesi latihan tim sepak bola Jember. Seperti jala kedua gawang belum terpasang. Pengecatan garis-garis lapangan masih berlangsung, papan skor belum terpasang, dan beberapa lainnya. Di sisi lain, bench pemain, tribun penonton, maupun di pintu masuk, sepertinya telah ready digunakan.

Sebagaimana diketahui dalam kontrak, Stadion Notohadinegoro digarap oleh CV Bumi Delta Makmur. Kontraktor asal Sidoarjo itu melakukan pekerjaan pemeliharaan dan perawatan dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar, dengan durasi kontrak terhitung 28 Maret 2022 hingga 11 Juni 2022. Artinya, terhitung petang kemarin, pekerjaan mereka sebenarnya telah melampaui batas empat hari.

Ketika dikonfirmasi sejauh mana progres pekerjaan di Stadion Notohadinegoro berikut kepastian penyelesaian akhir, Ratna, salah satu perwakilan di Direksi CV Bumi Delta Makmur, masih enggan angkat bicara. Kendati pihaknya telah beberapa kali dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, petang kemarin.

Namun demikian, Kepala Dinas Cipta Karya Jember Rahman Anda sempat menyebut bahwa Stadion Notohadinegoro sudah tinggal tahap perawatan atau tahap akhir (finishing). "Laporan terakhir yang kami terima, progresnya sudah 90 persen lebih. Tinggal perawatan. Insyaallah selesai sebagaimana kontrak," tukas Rahman.

Anggota Komisi A DPRD Jember Try Sandi Apriana menyebut, berbagai kendala yang membuat pekerjaan venue hari ini terkesan melambat seharusnya diantisipasi sejak awal. Pihaknya secara pribadi tidak ingin, begitu pekerjaan sudah mulai jatuh tempo, ada kesan pekerjaan dikebut alias grusa-grusu. "Jangan sampai nanti, 'the power of kepepet' malah dikeluarkan di akhir-akhir," gerutunya.

Legislator Partai Demokrat itu juga mengingatkan rekanan, seharusnya bisa mengikuti ritme pekerjaan Pemkab Jember hari ini yang tengah punya hajat besar selaku tuan rumah Porprov Jatim VII. Karenanya, cukup JSG yang menelan pil pahit lantaran tidak bisa menghelat laga pembuka sepak bola Porprov.

Artinya, pihaknya tidak menghendaki kejadian serupa merembet ke venue-venue lainnya. Termasuk pekerjaan di Stadion Notohadinegoro yang sempat mendapuk Lapangan Kalisat sebagai opsi lokasi berikutnya, apabila pekerjaan di Kandang Macan Raung itu molor. "Ini event besar, membahagiakan masyarakat. Kalau pekerjaan persiapan tidak membahagiakan masyarakat, zalim berarti. Karenanya, kami mengharap semua mendukung penuh," urai pria yang juga Ketua Askab PSSI Jember itu. (mau/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Headline #Porprov