alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Sayangkan Lemahnya Perencanaan, Lapangan Notohadinegoro Jadi Alternatif

Mobile_AP_Rectangle 1

AJUNG, Radar Jember – Mimpi atlet sepak bola Jember yang akan melakoni Porprov VII Jatim di Stadion Utama Jember Sport Garden (JSG) sepertinya harus dipendam dulu. JSG yang sedianya direncanakan menjadi lokasi diputarnya laga sepak bola pada 17 Juni mendatang rupanya meleset. Diketahui, biangnya karena pekerjaan lintasan atletik di JSG belum rampung.

BACA JUGA : Gubernur Khofifah Launching Maskot Porprov Jatim VII di Jember

Padahal, persiapan venue lain di JSG, seperti kondisi rumput lapangan, sudah cukup memungkinkan untuk dilangsungkan pertandingan. Namun, karena ada lintasan atletik yang belum selesai, Stadion Notohadinegoro pun dipilih sebagai alternatif bagi para atlet sepak bola menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas rumput hijau.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rencana kepindahan dari JSG ke Notohadinegoro itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember Murdianto. Sedari awal, Stadion Notohadinegoro disiapkan sebagai opsi alternatif, apabila sewaktu-waktu pekerjaan venue lintasan atletik di JSG belum rampung. Terlebih, sepak bola menjadi laga ekshibisi yang diputar perdana, sebelum grand opening yang dihelat pada 25 Juni mendatang. “Sepak bola merupakan pertandingan yang mendahului sebelum pembukaan Porprov. Alternatifnya di Stadion Notohadinegoro,” kata Murdianto.

Menurutnya, secara kesiapan maupun progres pekerjaan venue di Stadion Notohadinegoro telah menunjukkan progres yang signifikan. Hal itu sangat memungkinkan untuk sepak bola dihelat di sana. Bahkan, Stadion Kalisat juga ditunjuk sebagai alternatif berikutnya jika sewaktu-waktu ditemukan kendala yang berarti. “Insyaallah semua sudah siap, termasuk Stadion Notohadinegoro bisa digunakan. Karenanya, progresnya sudah hampir selesai,” sebutnya.

Bertindak selaku tuan rumah Porprov, pesepak bola Jember tentu harus menunjukkan performa terbaiknya. Kendati mereka tidak bisa tampil di stadion utama kebanggaan warga Jember tersebut. Penampilan dan kepercayaan diri para atlet berlaga di kandang utama Persid Jember itu bisa sangat menentukan. “JSG sebenarnya bisa memompa kepercayaan diri pemain, karena lebih iconic dan membanggakan. Namun, secara kesiapan atlet, Stadion Notohadinegoro sudah tepat. Karena atlet kita familier di sana dan biasa berlatih di sana,” urai Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana, kemarin.

- Advertisement -

AJUNG, Radar Jember – Mimpi atlet sepak bola Jember yang akan melakoni Porprov VII Jatim di Stadion Utama Jember Sport Garden (JSG) sepertinya harus dipendam dulu. JSG yang sedianya direncanakan menjadi lokasi diputarnya laga sepak bola pada 17 Juni mendatang rupanya meleset. Diketahui, biangnya karena pekerjaan lintasan atletik di JSG belum rampung.

BACA JUGA : Gubernur Khofifah Launching Maskot Porprov Jatim VII di Jember

Padahal, persiapan venue lain di JSG, seperti kondisi rumput lapangan, sudah cukup memungkinkan untuk dilangsungkan pertandingan. Namun, karena ada lintasan atletik yang belum selesai, Stadion Notohadinegoro pun dipilih sebagai alternatif bagi para atlet sepak bola menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas rumput hijau.

Rencana kepindahan dari JSG ke Notohadinegoro itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember Murdianto. Sedari awal, Stadion Notohadinegoro disiapkan sebagai opsi alternatif, apabila sewaktu-waktu pekerjaan venue lintasan atletik di JSG belum rampung. Terlebih, sepak bola menjadi laga ekshibisi yang diputar perdana, sebelum grand opening yang dihelat pada 25 Juni mendatang. “Sepak bola merupakan pertandingan yang mendahului sebelum pembukaan Porprov. Alternatifnya di Stadion Notohadinegoro,” kata Murdianto.

Menurutnya, secara kesiapan maupun progres pekerjaan venue di Stadion Notohadinegoro telah menunjukkan progres yang signifikan. Hal itu sangat memungkinkan untuk sepak bola dihelat di sana. Bahkan, Stadion Kalisat juga ditunjuk sebagai alternatif berikutnya jika sewaktu-waktu ditemukan kendala yang berarti. “Insyaallah semua sudah siap, termasuk Stadion Notohadinegoro bisa digunakan. Karenanya, progresnya sudah hampir selesai,” sebutnya.

Bertindak selaku tuan rumah Porprov, pesepak bola Jember tentu harus menunjukkan performa terbaiknya. Kendati mereka tidak bisa tampil di stadion utama kebanggaan warga Jember tersebut. Penampilan dan kepercayaan diri para atlet berlaga di kandang utama Persid Jember itu bisa sangat menentukan. “JSG sebenarnya bisa memompa kepercayaan diri pemain, karena lebih iconic dan membanggakan. Namun, secara kesiapan atlet, Stadion Notohadinegoro sudah tepat. Karena atlet kita familier di sana dan biasa berlatih di sana,” urai Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana, kemarin.

AJUNG, Radar Jember – Mimpi atlet sepak bola Jember yang akan melakoni Porprov VII Jatim di Stadion Utama Jember Sport Garden (JSG) sepertinya harus dipendam dulu. JSG yang sedianya direncanakan menjadi lokasi diputarnya laga sepak bola pada 17 Juni mendatang rupanya meleset. Diketahui, biangnya karena pekerjaan lintasan atletik di JSG belum rampung.

BACA JUGA : Gubernur Khofifah Launching Maskot Porprov Jatim VII di Jember

Padahal, persiapan venue lain di JSG, seperti kondisi rumput lapangan, sudah cukup memungkinkan untuk dilangsungkan pertandingan. Namun, karena ada lintasan atletik yang belum selesai, Stadion Notohadinegoro pun dipilih sebagai alternatif bagi para atlet sepak bola menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas rumput hijau.

Rencana kepindahan dari JSG ke Notohadinegoro itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember Murdianto. Sedari awal, Stadion Notohadinegoro disiapkan sebagai opsi alternatif, apabila sewaktu-waktu pekerjaan venue lintasan atletik di JSG belum rampung. Terlebih, sepak bola menjadi laga ekshibisi yang diputar perdana, sebelum grand opening yang dihelat pada 25 Juni mendatang. “Sepak bola merupakan pertandingan yang mendahului sebelum pembukaan Porprov. Alternatifnya di Stadion Notohadinegoro,” kata Murdianto.

Menurutnya, secara kesiapan maupun progres pekerjaan venue di Stadion Notohadinegoro telah menunjukkan progres yang signifikan. Hal itu sangat memungkinkan untuk sepak bola dihelat di sana. Bahkan, Stadion Kalisat juga ditunjuk sebagai alternatif berikutnya jika sewaktu-waktu ditemukan kendala yang berarti. “Insyaallah semua sudah siap, termasuk Stadion Notohadinegoro bisa digunakan. Karenanya, progresnya sudah hampir selesai,” sebutnya.

Bertindak selaku tuan rumah Porprov, pesepak bola Jember tentu harus menunjukkan performa terbaiknya. Kendati mereka tidak bisa tampil di stadion utama kebanggaan warga Jember tersebut. Penampilan dan kepercayaan diri para atlet berlaga di kandang utama Persid Jember itu bisa sangat menentukan. “JSG sebenarnya bisa memompa kepercayaan diri pemain, karena lebih iconic dan membanggakan. Namun, secara kesiapan atlet, Stadion Notohadinegoro sudah tepat. Karena atlet kita familier di sana dan biasa berlatih di sana,” urai Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/