Bahkan, semasa masih duduk di bangku sekolah, gadis yang akrab disapa Icha itu menjadi sosok penting dalam kesuksesan tim bola basket Jember dalam meraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim 2012, dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Madiun, pada 2013 lalu. Memiliki tubuh tidak seperti pada umumnya pemain basket, bagi Icha bukan jadi penghalang. “Walau kecil, tapi harus ada yang istimewa. Misal lincah, larinya kencang, dan lainnya,” tuturnya.
Kemampuan inilah yang dimilikinya dalam bermain basket. Bahkan, dia juga mampu membaca permainan kawan dan lawan basket. Posisi point guard adalah yang dia perankan dalam bermain basket. Makanya, dia memiliki kemampuan dribble yang bagus. Keahlian itu telah diasah sejak kelas V SD. “Sekali latihan itu dua jam. Mungkin satu jam setengahnya latihan dribble terus dan tidak berhenti,” terangnya.
Dia sudah memerankan posisi point guard sejak di bangku SD. Saat SMP, dia mulai dilatih shooting. Karenanya, bila ada kesempatan, dia juga bisa mencetak angka poin basket. “Dulu mau main posisi forward, ditabrak sedikit terpental. Saat SMA baru mulai latihan fitness, agar sesekali bisa berperan di posisi forward,” ungkapnya.
Menariknya, berposisi point guard atau playmaker dalam berbain basket sering jadi perhatian banyak orang. Dan paling sering difoto. Padahal, point guard itu adalah sebagai pelayan bagi rekan satu tim. “Jadi, tidak boleh egois jadi point guard itu. Kalau mencetak angka dan jadi MPV itu hanya bonus saja,” tuturnya.
Pelatih basket putri Jember, Sya'roni, mengatakan, dalam permainan basket juga ada sosok seperti playmaker dalam sepak bola. "Namanya kalau di basket adalah point guard, yaitu posisi satu," ucapnya.
Basket yang identik dengan postur tubuh tinggi, menurut Roni, tetap ada posisi yang cocok untuk tubuh kecil. Salah satunya adalah point guard. Namun, untuk menjadi point guard harus memiliki kemampuan dribble yang bagus. Bahkan, mampu membaca pergerakan kawan dan permainan lawan. "Karakter point guard itu harus jadi pelayanan. Makanya passing wajib bagus," jelasnya.
Karakter pelayanan inilah yang harus ada dalam diri point guard. Bahkan, tidak sekadar menyerang sebagai pelayan. Namun, point guard juga jadi pencuri atau memotong bola yang cakap saat diserang. "Posisi satu itu garis pertahanan pertama sebuah tim, " jelasnya.
Dia mengaku, dari satu sampai lima posisi di permainan basket, posisi yang paling sulit didapatkan adalah posisi satu, yaitu point guard. Selain teknik dribble di atas rata-rata, karakter pelayanan harus ada, juga mampu membaca situasi permainan. "Jadi, kalau dribble, mata tidak lagi lihat bola. Tapi lihat kawan," tuturnya.
Dalam basket sekarang, posisi point guard juga harus menguasai yang lain. Setidaknya mampu jadi shooting guard yang mahir three point dan small forward. "Jadi, ada kesempatan, point guard bisa shooting sendiri. Sampai melewati satu pemain dan masuk ke jantung pertahanan lawan," pungkasnya.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Safitri