Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Airlangga Satriagung menjelaskan, dalam pengalaman kabupaten atau kota saat menjadi tuan rumah Porprov, dilakukan cukup serius. Segi anggaran, misalnya, untuk pembinaan atlet saja bisa mencapai Rp 5 miliar. "Tidak ada standar pasti untuk ukuran pembinaan atlet itu. Ada yang memberikan Rp 3 miliar, Rp 5 miliar. Pun ada pula yang tidak mendanai sama sekali," terangnya, saat ditemui belum lama ini.
Saat mengetahui Kabupaten Jember dikabarkan menyiapkan sekitar Rp 4,5 miliar untuk perbaikan venue, dan sekitar Rp 2,5 miliar untuk pembinaan atlet, hal itu dirasa ngepas. "Kalau dilihat besarnya Jember, kurang. Sebab, Jember itu kabupaten penggerak ekonomi wilayah Jawa Timur. Apalagi sebagai tuan rumah, (harusnya, Red) bisa lebih dari itu," katanya.
Selama ini, Porprov Jatim itu dinilainya menjadi ajang Porprov paling besar di Indonesia, dibanding Porprov di provinsi-provinsi lain. Karenanya, ia mengharapkan, selaku tuan rumah, baik Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan utamanya Jember, bisa total mempersiapkan event olahraga tersebut. "Pemda bisa mengupayakan adanya kontribusi dari pihak ketiga (sponsorship, Red) untuk menambal pendanaan itu. Jadi, tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD," sebutnya.
Pihaknya selama ini telah memiliki tim pemantau yang bertugas mengecek kesiapan calon tuan rumah Porprov 2022 mendatang. Baik di Jember maupun tiga kabupaten sekitarnya. "Saat ini, perlu juga dipersiapkan yaitu kepanitiaannya. Sebab, akan menjadi perwajahan Jember sebagai tuan rumah dan membangun kesan yang baik ke tamu-tamu dari berbagai daerah nantinya," pungkasnya.
Jurnalis : Maulana
Fotografer :
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital