JEMBER, RADARJEMBER.ID- Bekerjasama dengan Jurusan Teknik Informasi (JTI) Politeknik Negeri Jember (Polije), PT Arsenet Global Solusi (AGS) membangun Co-Working Space yang disebut Teras JTI.
Kerjasama tersebut ditandai dengan agenda peletakan batu pertama atau Ground Breaking Co-Working Space Teras JTI Politeknik Negeri Jember, pada Senin (19/2).
Ground breaking tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur Polije, Saiful Anwar, S.Tp., M.P., Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Agung Wahyono, S.P., M.SI., Ph.D., Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Hendra Yufit Riskiawan, S.Kom., M.Cs., serta Direktur PT Arsenet Global Solusi, Brislian Anggi Wijaya.
Pembangunan Co-Working Space Teras JTI tersebut bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa di lingkungan Politeknik Negeri Jember dalam menunjang aktifitas perkuliahan seperti mengerjakan tugas dan belajar.
Sebagai perusahaan penyedia layanan internet/internet service provider (ISP), PT Arsenet Global memberikan kemudahan akses internet dengan membangun sebuah area terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk belajar secara bersama/berkelompok.
Direktur PT Arsenet Global Solusi Brislian Anggi Wijaya mengatakan bahwa ada beberapa kerjasama yang dijalin bersama Polije dan salah satunya Teras JTI.
Kerjasama tersebut juga merupakan salah satu wujud nyata dukungan PT Arsenet Global Solusi terhadap visi kampus untuk bisa menjadi Politeknik unggul se-Asia.
Sebagai seorang alumni Polije, dirinya bangga dengan kemajuan pendidikan Polije saat ini.
“Kedepannya, Arsenet akan terus mendukung melalui berbagai bentuk kerjasama yang dibutuhkan oleh Polije,” paparnya.
Direktur Polije, Saiful Anwar mengatakan ini merupakan bentuk aktualisasi dari program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Yaitu, link and match dengan industri. Melalui kerjasama ini, ekspektasi kedepannya hal2 seperti ini dapat digunakan sebagai rujukan.
Sudah semestinya sekolah vokasi khususnya Politeknik yang bergerak di bidang vokasi, tidak bisa lepas dari peran industri.
“Untuk bisa mencetak generasi yang unggul menuju Indonesia emas 2045, maka dibutuhkan kerjasama yang kongkret antara dunia pendidikan vokasi dengan industri,” ujarnya.
Editor : Alvioniza