Radar Jember – Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember kukuhkan 240 wisudawan lulusan program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2), Sabtu (31/10).
Prosesi Wisuda Sarjana ke-14 dan Magister ke-3 tersebut berlangsung khidmat di Aula Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 Jember, Kecamatan Patrang.
Dalam momentum tersebut, para lulusan diingatkan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga menjaga integritas dan nilai-nilai luhur bangsa.
Baca Juga: Gotong Royong Umat dan Masayarakat, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ambulu Jember Diresmikan!
Wakil Rektor II UNIKHAMS Dr Fathor Rahman, M Pd I, menegaskan pentingnya peran alumni dalam menjaga moral masyarakat. “Cukup satu pesan saya, alumni harus menjadi garda terdepan penjaga moral bangsa ini,” tegasnya.
Pesan tentang karakter tersebut sejalan dengan tantangan yang dihadapi para lulusan ketika memasuki dunia profesional.
“Sehingga para wisudawan nantinya mampu menjadi pemenang dalam pertarungan kehidupan dengan membawa nilai manfaat (khairunnas anfauhum linnas) serta keberkahan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNIKHAMS,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Dr Ruchman Basori M Ag, menyebut UNIKHAMS memiliki identitas, karakter, dan keunggulan tersendiri.
Baca Juga: Adu Banteng Tiga Motor di Kalisat Jember! Satu Pelajar Tewas dan Dua Masuk Rumah Sakit
Hal itu menjadi modal bagi alumni untuk membangun kepercayaan diri di tengah persaingan kerja. “Tidak usah takut, tidak usah minder bahwa kalian sulit mencari kerja dan bersaing dengan sarjana lain. Sebab, UNIKHAMS Jember ini mempunyai pasar sendiri dan karakter sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, bekal memasuki dunia kerja tidak cukup hanya berupa kecerdasan intelektual. Kemampuan memahami orang lain, mengelola emosi, berkolaborasi, hingga membangun hubungan sosial juga memiliki peran penting.
Bahkan, kecerdasan emosional dinilainya menjadi salah satu penentu keberhasilan seseorang dalam lingkungan profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
“Kecerdasan intelektual hanya menyumbang 20 persen keberhasilan, sedangkan kecerdasan emosional, seperti empati, kolaborasi, dan kemampuan membangun semangat, berkontribusi hingga 80 persen,” jelasnya.
Karena itu, para wisudawan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Ilmu pengetahuan perlu diiringi kematangan sikap dan kemampuan beradaptasi agar dapat memberikan manfaat lebih luas.
Identitas keislaman yang menjadi bagian dari karakter UNIKHAMS juga diharapkan tercermin dalam cara alumni mengambil keputusan, bekerja, serta berinteraksi dengan lingkungan.
Momentum ini sekaligus menjadi awal tanggung jawab baru bagi alumni untuk membuktikan kapasitas keilmuan, karakter, dan kontribusinya di tengah masyarakat. (ika/mg/c2/dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh