Bangun Budaya Literasi Sejak Dini, Kegiatan Mendongeng Perkuat Literasi Anak TK B Star Jember  

Alvioniza • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 19:57 WIB
Foto bersama anak TK B Star Jember
Foto bersama anak TK B Star Jember

 

RADARJEMBER - Upaya menanamkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai inovasi pembelajaran. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Penguatan Literasi Anak TK B Star Jember melalui Kegiatan Mendongeng dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4" yang dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan metode mendongeng sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan pembentukan karakter anak.

Program yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini diketuai oleh Hilma Azmi Azizah, S.Pd., M.Pd. dengan anggota Ahmad Syukron, S.Pd., M.Pd. dan Bambang Edi Purnomo, S.Pd., M.Pd.. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal literasi bukan hanya sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menyimak, memahami cerita, mengungkapkan pendapat, serta mengambil hikmah dari setiap kisah yang disampaikan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan dongeng, tetapi juga diajak berinteraksi melalui tanya jawab, menebak alur cerita, menirukan tokoh, hingga mengulas kembali isi dongeng. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih hidup sekaligus melatih keberanian, daya imajinasi, dan kemampuan berkomunikasi anak. Sebanyak tiga dongeng disampaikan dalam kegiatan tersebut dengan beragam karakter hewan seperti merpati, kelinci, tupai, dan semut. Masing-masing cerita yang dipilih mengandung nilai-nilai karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan mendongeng dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 anak TK B Star Jember
Kegiatan mendongeng dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 anak TK B Star Jember 

Ketua tim pengabdian, Hilma Azmi Azizah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa mendongeng merupakan salah satu strategi untuk memperkuat literasi anak usia dini karena mampu menggabungkan aspek bahasa, kognitif, dan emosional dalam satu kegiatan.

"Anak-anak belajar melalui cerita. Ketika mereka mendengarkan dongeng, mereka tidak hanya memperkaya kosakata dan kemampuan berbahasa, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama. Inilah yang menjadi tujuan utama kegiatan pengabdian ini," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak aktif mengemukakan pendapat, hingga berebut kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari dongeng yang sudah diceritakan. Respons tersebut menunjukkan bahwa metode mendongeng mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Potret dosen pengabdian dan guru TK B Star Jember
Potret dosen pengabdian dan guru TK B Star Jember

 

 

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yakni menjamin pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Penguatan literasi sejak jenjang taman kanak-kanak menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim berharap budaya mendongeng dapat terus diterapkan sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dengan demikian, literasi anak tidak hanya berkembang dari sisi kemampuan membaca dan berbicara saja, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter yang menjadi bekal menuju jenjang pendidikan selanjutnya.

 

 

Editor : Alvioniza
mendongeng UNEJ literasi