Dikira Tak Bernilai, Uang Hangus Korban Kebakaran di Banyuwangi Diganti BI Jember Rp 25,7 Juta

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 20:00 WIB
Dikira Tak Bernilai, Uang Hangus Korban Kebakaran di Banyuwangi Diganti BI Jember Rp 25,7 Juta
Dikira Tak Bernilai, Uang Hangus Korban Kebakaran di Banyuwangi Diganti BI Jember Rp 25,7 Juta

 

RADAR JEMBER - Hadi Lukman sempat mengira uang puluhan juta rupiah miliknya yang ikut terbakar saat rumahnya dilalap api sudah tidak lagi bernilai. Namun, anggapan itu berubah setelah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember menyatakan sebagian besar uang rusak tersebut masih memenuhi syarat untuk diganti.

Total uang yang berhasil diganti mencapai Rp 25.720.000 atau sekitar 98 persen dari uang rusak yang diajukan Hadi. Penukaran dilakukan melalui layanan kas keliling BI Jember yang dibuka saat gelaran Sekarkijang Creative Fest (SCF) x Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Minggu (19/7).

Rumah Hadi di Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, terbakar pada Sabtu malam, 21 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Hampir seluruh harta bendanya ludes. Hanya sebagian uang tunai yang berhasil ditemukan di antara puing-puing.

"Barang-barang yang lain sudah habis terbakar. Cuma sebagian uang itu yang terbakar. Itu termasuk tabungan anak-anak TK, sebagian juga uang saya pribadi," ujarnya.

Dikira Tak Bernilai, Uang Hangus Korban Kebakaran di Banyuwangi Diganti BI Jember Rp 25,7 Juta
Dikira Tak Bernilai, Uang Hangus Korban Kebakaran di Banyuwangi Diganti BI Jember Rp 25,7 Juta

 

Uang tersebut ditemukan dalam kondisi menghitam dan basah akibat semprotan air dari petugas pemadam kebakaran. Sebagian tersimpan di dalam ember, sebagian lagi masih terselip di buku-buku tabungan. Agar tidak semakin rusak, Hadi menjemur dan mengangin-anginkan uang tersebut secara perlahan.

Meski demikian, dia sempat pesimistis uang itu masih bisa diselamatkan.

"Sempat ada keraguan. Yang di atas 50 persen saya yakin masih diterima. Tapi yang sudah tinggal dua pertiga atau sekitar itu saya sudah pasrah," katanya.

Harapan muncul setelah Hadi berkonsultasi dengan Bank Jatim Wongsorejo. Dari sana, dia diarahkan untuk membawa uang rusak tersebut ke layanan kas keliling BI Jember.

Setelah melalui pemeriksaan fisik, petugas menyatakan sekitar 98 persen uang yang dibawanya masih memenuhi ketentuan untuk mendapatkan penggantian.

"Saya sangat senang sekali dan puas. Kami sudah mengalami musibah, terus uang yang terbakar ternyata masih bisa digantikan. Sangat membantu," tuturnya.

Uang tersebut akan dimanfaatkan sebagai tambahan modal usaha setelah kebakaran. Sebagian lainnya merupakan tabungan anak-anak TK yang selama ini dikelolanya dan akan dikembalikan kepada para pemiliknya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jember Achmad mengatakan, masyarakat tidak perlu langsung menganggap uang yang rusak akibat kebakaran sudah tidak dapat digunakan. Selama masih memenuhi ketentuan, uang tersebut tetap dapat diajukan untuk memperoleh penggantian.

Menurut dia, uang kertas yang rusak masih dapat diganti apabila fisiknya masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran asli, ciri keasliannya masih dapat dikenali, serta masih merupakan satu kesatuan.

"Jangan merekatkan uang yang terbakar menggunakan selotip, lakban, lem, maupun staples," ungkapnya. 

Achmad menambahkan, uang rusak cukup disimpan dalam kondisi apa adanya, kemudian dibawa ke Bank Indonesia atau layanan kas keliling untuk dilakukan pemeriksaan sehingga nilai penggantiannya dapat ditentukan sesuai ketentuan.

Editor : M. Ainul Budi
uang terbakar BEC Jember Berita Jember bank indonesia