Radar Jember – Dua gelar dari ajang nasional berhasil dibawa pulang siswa SMA Nuris Jember. M. Bima Putra Hendrawan merebut posisi kedua kategori speech dalam FPIP Edufair 2026.
Sementara, Nadina Salsabila menambah daftar prestasinya setelah meraih harapan II story telling pada kompetisi yang digelar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Bagi Bima, hasil tersebut di luar dugaannya. Siswa kelas X-1 Brany Class itu mengaku sempat tidak percaya ketika namanya diumumkan sebagai peraih juara II.
Momen yang menegangkan itu berubah menjadi kebahagiaan yang sulit dilupakan. “Jujur, rasanya campur aduk antara kaget, tidak percaya, dan sangat bersyukur,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Bima membawakan pidato bertema Voice for Change: Social Issue Today. Persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan.
Selama itu, dia rutin mengasah kemampuan berbicara di depan umum dan penguasaan panggung melalui kegiatan public speaking yang diikutinya.
Menurutnya, tantangan terberat selama menjalani persiapan justru datang dari diri sendiri. Rasa malas beberapa kali muncul di tengah padatnya aktivitas sekolah. Namun, dia berusaha tetap disiplin dan mengingat tujuan awal serta dukungan orang-orang di sekitarnya.
“Kemampuan public speaking itu bukan bakat alami, melainkan hasil dari latihan yang konsisten,” katanya.
Detik-detik awal saat berdiri di atas panggung menjadi bagian paling menegangkan baginya. Namun, setelah mampu menguasai suasana, Bima bisa tampil lebih tenang.
Cara menyampaikan materi yang terus diasah selama latihan menjadi modal penting yang mengantarkannya meraih prestasi tingkat nasional.
“Kalau diajak tampil, jangan pernah malu. Kita tidak akan pernah tahu seberapa besar potensi kita kalau tidak pernah berani mencoba,” tutur siswa asal Arjasa itu.
Sementara itu, Nadina Salsabila memilih membawakan cerita yang tak biasa pada kategori story telling. Siswi kelas XI MIPA 1 tersebut mengangkat The Handsome and The Beast, sebuah versi baru dari kisah Beauty and The Beast yang disesuaikan dengan tema twisted tale dari panitia.
“Dalam cerita itu, sosok Beauty justru berubah menjadi karakter antagonis yang dikutuk menjadi Beast selamanya,” ucap siswi asal Ambulu itu.
Karakter tersebut tidak terlalu sulit diperankan Nadina. Selama ini, dia cukup akrab dengan tokoh-tokoh bernuansa horor dan antagonis.
Tantangan terbesar justru datang saat harus mengubah ekspresi dari karakter yang centil menjadi beringas, lalu beralih ke suasana sedih dalam satu alur cerita.
Penampilannya semakin kuat dengan tata rias yang dibuat menyerupai beast serta dialog yang terinspirasi dari lagu Rayuan Perempuan Gila milik Nadin Amizah.
Selain membawa pulang penghargaan, kompetisi itu menjadi ruang bagi keduanya untuk menguji kemampuan sekaligus mental. Bima menargetkan bisa berprestasi di National Schools Debating Championship (NSDC).
Sedangkan Nadina berharap dapat melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember melalui jalur SNBP dan mewujudkan cita-citanya menjadi seorang presenter. (ika/dhi/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh