Radar Jember – Komitmen SMKN 5 Jember dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja kembali membuahkan hasil membanggakan.
Sebanyak 193 siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026 telah diterima bekerja di berbagai perusahaan dalam negeri sebelum dinyatakan lulus sekolah.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap masa depan peserta didik setelah menamatkan pendidikan.
Baca Juga: Siapa Sangka Ada Lapangan Berstandar FIFA di Jember! Ternyata Disini Lokasinya
Tidak hanya sukses menembus dunia kerja nasional, SMKN 5 Jember juga terus membuka peluang karier internasional bagi para siswa dan alumninya. Tercatat enam alumni tahun 2026 telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan di Jepang.
Mereka berasal dari berbagai kompetensi keahlian, mulai Mekanisasi Pertanian, Teknik Komputer dan Jaringan, Agribisnis Ternak Ruminansia, hingga Agribisnis Perikanan Air Tawar. Menariknya, saat dinyatakan diterima, para alumnus tersebut masih berstatus siswa kelas XII.
Kesuksesan itu berlanjut dengan lolosnya sembilan siswa kelas XII dalam program Job Go To Japan. Mereka telah berhasil melewati tahapan wawancara dan dijadwalkan berangkat ke Jepang secara bertahap pada Oktober, November, hingga Desember 2026.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi SMKN 5 Jember sebagai salah satu sekolah vokasi yang mampu mengantarkan lulusannya berkarier hingga ke luar negeri.
Kepala SMKN 5 Jember Nanda Wiratama Miftakhul Fauzi mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara sekolah, Bursa Kerja Khusus (BKK), dunia usaha, dan dunia industri yang selama ini terus diperkuat.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki akses yang luas menuju dunia kerja.
“Kami ingin lulusan SMKN 5 Jember tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa masa depan yang menjanjikan. Karena itu sekolah terus memperkuat kemitraan dengan berbagai perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Melalui program penyaluran kerja yang aktif, para siswa mendapatkan pendampingan sejak masih menempuh pendidikan.
Berbagai kegiatan seperti praktik industri, pelatihan keterampilan, rekrutmen langsung hingga pembekalan kerja dilakukan secara berkelanjutan agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Nanda menegaskan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
“Capaian ini menunjukkan bahwa dengan kompetensi yang tepat dan kemauan yang kuat, lulusan SMK mampu bersaing di tingkat global. Dan kami terus berkomitmen mewujudkan hal itu,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh