Radar Jember - Prestasi kembali ditorehkan siswa MI Unggulan Nuris Jember. Dalam ajang De’Moses tingkat Kabupaten Jember yang digelar di MTsN 1 Jember, para siswa berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dari berbagai cabang lomba akademik maupun keagamaan.
Lima penghargaan berhasil diraih dalam kompetisi tersebut.
Hamdan Fahmi Wafa meraih Juara 2 Olimpiade IPA, Muhammad Safri Alfatih menyabet Juara 3 Olimpiade Matematika, Alfiyan Yazid Al Bustomy meraih Harapan 1 Olimpiade Matematika, M. Hanif Abrori meraih Juara 3 Lomba Tartil.
Sementara, Malya Nafisha Prakoso memperoleh Juara Harapan 2 Lomba Tartil.
Hamdan Fahmi Wafa mengaku kompetisi olimpiade menjadi tantangan yang membuatnya terus terpacu untuk belajar lebih baik.
Siswa kelas VI itu mengatakan setiap perlombaan memberikan pengalaman baru yang bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Kalau ikut lomba pasti ada tantangannya. Dari situ saya jadi tahu apa yang masih kurang dan harus dipelajari lagi,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan yang diberikan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam persiapannya.
Materi yang diperoleh dari guru tidak hanya dipelajari saat sesi latihan, tetapi juga dibahas kembali secara mandiri di rumah agar lebih memahami konsep yang diujikan.
Ketekunannya belajar sejalan dengan cita-cita yang ingin diraih. Ia bercita-cita menjadi seorang ilmuwan.
Oleh karena itu, bidang sains menjadi salah satu fokus yang terus ia tekuni sejak duduk di bangku madrasah ibtidaiyah.
Meski akan segera menamatkan pendidikan di MI Unggulan Nuris Jember, Hamdan ingin tetap melanjutkan pendidikan di lingkungan Nuris.
“Saya ingin tetap melanjutkan di Nuris Jember dan terus memberikan yang terbaik untuk lembaga,” katanya.
Hal senada disampaikan Alfiyan Yazid Al Bustomy. Siswa yang menaruh minat pada matematika sejak duduk di bangku kelas 2 itu juga memiliki rekam jejak prestasi yang cukup panjang.
Berbagai kompetisi matematika pernah diikutinya sehingga pengalaman tersebut menjadi bekal saat menghadapi ajang De’Moses tahun ini.
“Proses belajar yang panjang, bimbingan, ketekunan, hingga pengalaman menjadi modal menuju olimpiade kemarin,” pungkasnya. (ika/dhi/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh