Radar Jember – Momentum Hari Raya Iduladha dimanfaatkan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember untuk memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat.
Tahun ini, jumlah hewan kurban yang disembelih kampus tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sebanyak sembilan ekor sapi dan delapan ekor kambing disembelih dalam pelaksanaan kurban yang digelar di lingkungan kampus.
Baca Juga: UIN KHAS Jember Siapkan Beasiswa Khusus untuk Skuad Persid
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar serta sejumlah penerima manfaat lainnya.
Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni mengatakan, pelaksanaan kurban tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan saat Iduladha.
Menurutnya, ada nilai sosial yang harus benar-benar diwujudkan melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Yang sampai kepada Allah itu bukan daging dan darah hewan kurbannya, tetapi ketakwaannya. Karena itu, semangat kurban harus dimaknai sebagai bentuk kepekaan sosial dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Warga Karangmluwo, DWP UIN KHAS Jember Sambut Idul Adha
Ia menjelaskan, semangat Idul Adha seharusnya tidak hanya diwujudkan dengan memakmurkan tempat ibadah, tetapi juga membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan ekonomi.
Melalui pembagian hewan kurban, masyarakat diharapkan bisa ikut merasakan kebahagiaan pada hari raya.
“Hari ini semangatnya adalah memberikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi sesama. Selain mengisi masjid-masjid yang sunyi, kita juga harus mengisi perut-perut yang kosong,” katanya.
Tahun ini, pendistribusian daging kurban UIN KHAS Jember menyasar 1.182 penerima.
Jumlah tersebut dinilai lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Pihak kampus berharap penyaluran daging benar-benar tepat sasaran sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Prof Hepni juga mengajak civitas akademika, khususnya para pejabat di lingkungan UIN KHAS Jember, untuk terus meningkatkan semangat berkurban.
Menurutnya, ibadah kurban menjadi sarana melatih kepedulian sosial sekaligus menekan sifat kikir dan individualis.
“Marilah kita bersegera berkurban sebelum menjadi korban dari kebakhilan, keserakahan, dan kekikiran kita sendiri. Berkurban adalah wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” tandasnya. (ika/dhi)
Editor : M ADHI SURYA