Radar Jember – RSU Kaliwates Jember terus menggaungkan pentingnya kesehatan pendengaran sejak dini.
Melalui seminar “Pendengaranku Masa Depanku”, RSU Kaliwates menghadirkan pakar Telinga Hidung Tenggorokan (THT) terkemuka Indonesia, Prof dr Helmi, Sp.THT.BKL., Subsp. Oto (K), MARS.
Kegiatan yang digelar di Aula Hotel Bintang Mulia Jember ini diikuti puluhan anak dengan gangguan pendengaran bersama orang tua mereka, Minggu (12/4).
Direktur RSU Kaliwates, dr Martha Nurani Putri, menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat layanan promotif dan preventif.
Menurutnya, pencegahan harus dimulai sejak dini, bahkan sejak bayi baru lahir.
“Kegiatan ini salah satu upaya kami sebagai rumah sakit rujukan THT di Jember dan sekitarnya. Promotif itu penting untuk mencegah agar anak tidak mengalami gangguan pendengaran sejak dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, RSU Kaliwates kini telah memiliki layanan lengkap melalui hearing center yang mencakup skrining, penanganan medis, hingga rehabilitasi.
Layanan tersebut didukung tenaga medis spesialis serta peralatan yang memadai untuk mendeteksi dan menangani gangguan pendengaran pada anak.
“Kami sudah memiliki layanan hearing center, mulai dari skrining, kuratif, hingga rehabilitatif. Harapannya anak-anak bisa mendapatkan penanganan optimal secara menyeluruh,” tambahnya.
Dalam pengembangannya, RSU Kaliwates juga menjalin kolaborasi layanan lanjutan seperti implan koklea bersama Prof dr Helmi.
“Kami ingin menjadi rumah sakit satelit, sehingga masyarakat Jember bisa mendapatkan layanan yang lebih advance,” jelas dr Martha.
Selain menghadirkan Prof. dr. Helmi, Sp.THT-BKL., Subsp. Oto (K), MARS., seminar ini juga diisi narasumber lain, yakni dr Susana, Sp.THT, dr Yohanes Sudarmanto, Sp.THT-BKL, dan dr Nindya Shinta Rumastika, Sp.THT-KL.
Kehadiran para dokter spesialis ini memberikan sudut pandang yang lebih luas terkait penanganan gangguan pendengaran, mulai dari deteksi hingga terapi lanjutan.
Baca Juga: Lansia Tertabrak Motor di Depan RSU Kaliwates Jember, Pengendara Diduga Kurang Hati-Hati Saat Melaju
Sementara itu, Prof. dr. Helmi, Sp.THT-BKL., Subsp. Oto (K), MARS., menekankan bahwa pendengaran merupakan kunci utama interaksi manusia dengan dunia luar.
Ia mengingatkan pentingnya skrining sejak dini agar anak tidak kehilangan masa emas perkembangan.
“Kita mungkin tidak bisa mengubah semua kondisi. Tapi kita bisa memastikan satu hal: tidak ada anak yang terlambat berinteraksi. Karena dengan pendengaran hari ini, kita sedang menentukan masa depan mereka,” tegasnya. (ika/kin/c2/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh