JEMBER, RADARJEMBER - Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan langkah cepat pembangunan kembali tembok pembatas di sisi timur kampus yang ambruk akibat hujan deras pada Rabu sore (28/1). Robohnya tembok di area Jalan Mastrip 4 ini terjadi karena intensitas hujan tinggi yang menggerus struktur bangunan lama.
Ka. Subbag. Umum Polije, Dony Cahyono, menyatakan bahwa tim gabungan telah menyelesaikan pembersihan material sisa bangunan sejak semalam. Koordinasi antara pihak kampus, warga sekitar, kelurahan, hingga Babinsa memastikan area pemukiman yang berbatasan langsung dengan Polije kembali bersih dan aman.
"Pembersihan langsung dilakukan dan selesai semalam dengan bantuan kelurahan, Babinsa, warga sekitar, serta tim keamanan dan sarpras Polije," ujar Dony Cahyono, Kamis (29/1)
Pihak manajemen kampus menyadari bahwa bangunan yang berdiri sejak awal tahun 2000-an tersebut memerlukan pembaruan total agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Oleh karena itu, pembangunan ulang yang direncanakan mulai pagi ini akan menggunakan kolom beton yang jauh lebih kokoh dari sebelumnya.
"Untuk jangka panjang, tembok akan dibangun kembali dengan struktur dan kolom yang lebih kokoh karena bangunan lama sudah berusia sejak awal 2000-an," tegas Dony.
Langkah perbaikan ini merupakan komitmen Polije dalam menjaga keamanan lingkungan kampus maupun pemukiman warga di sekitarnya. Rehabilitasi infrastruktur ini diharapkan mampu menahan tekanan debit air jika terjadi banjir susulan di kawasan tersebut.
"Pagi ini direncanakan pembangunan ulang tembok di sisi timur Polije agar struktur pembatas menjadi lebih stabil," pungkasnya.
Respon cepat Polije dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Dengan konstruksi yang lebih kuat, Polije memastikan ketahanan infrastruktur kampus tetap terjaga demi kenyamanan bersama di tengah musim penghujan.
Editor : Alvioniza