BADEAN, Radar Ijen - Kecanggihan teknologi mendorong semua sektor mengalami perubahan, termasuk dibidang kesehatan.
Dalam upaya mendukung transformasi digital, RSUD dr H Koesnadi (RSDK) Bondowoso menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk sektor pelayanan publik.
Kegiatan yang berlangsung pada 10-13 november 2025 tersebut diikuti oleh 60 peserta dari berbagai unit kerja yang ada di rumah sakit.
Wakil direktur RSDK, dr Lukman Hakim MMKes mengatakan kegiatan ini bekerjasama dengan UPT Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komdigi Surabaya. Menurutnya, AI bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di rumah sakit, sehingga bisa meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
"Penggunaannya dibidang pelayanan, utamanya bagi administratif maupun untuk promosi layanan di rumah sakit," ujarnya, kamis (13/11).
Dia berharap tools dari AI dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan di rumah sakit.
"Setelah pelatihan penggunaan AI ini temen-temen di rumah sakit dapat memberikan pelayanan dengan lebih mudah dan lebih cepat," ungkap dokter Lukman.
Sementara itu, perwakilan dari UPT BPSDMP Kementerian Komdigi Surabaya, Maulia Jayanti Islami mengatakan bahwa pelatihan penggunaan AI dapat mengoptimalisasi kinerja tenaga medis dan peningkatan pelayanan publik.
"Contohnya melakukan analisis data kunjungan pasien, sehingga dapat diproyeksikan kebutuhan fasilitasnya maupun tenaga medisnya," ujarnya.
Menurutnya, banyak yang bisa dimaksimalkan dengan menggunakan AI.
"Dengan dibantu dengan AI, tenaga medisnya dapat bekerja lebih efisien, sehingga punya waktu lebih optimal untuk meningkatkan pelayanan publik," terang Maulia.
Maulia mengungkapkan, peserta pelatihan juga diberikan pemahaman tentang etika dan tanggungjawab dalam menggunakan teknologi.
Usai diberikan materi tentang konsep dasar AI dan pengenalan aplikasi pendukung kerja, peserta juga diajak untuk membuat proyek sederhana dengan menggunakan AI.
"Semakin cepatnya perkembangan teknologi, kita dituntut untuk bisa adaptif dan meningkatkan kapasitas diri. Ini bukan hanya tentang menggunakan teknologi, tapi juga membangun mental sehingga tercipta masyarakat digital yang sehat dan beretika," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi