Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dosen Unej Berdayakan Pengolah Ikan Pindang Puger Jember dengan Program Kerja Aman, Lingkungan Nyaman

M. Ainul Budi • Selasa, 30 September 2025 | 01:05 WIB
Pelaksanaan Pelatihan Pengolahan Limbah
Pelaksanaan Pelatihan Pengolahan Limbah

Radar Jember – Tim dosen Universitas Jember (UNEJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kerja sektor perikanan tradisional.

Berawal dari keprihatinan atas kondisi kerja para pengolah ikan pindang di wilayah pesisir Puger, para pekerja diketahui umumnya belum menerapkan prinsip keselamatan kerja yang ergonomis dan masih mengabaikan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam aktivitas sehari-hari sehingga rentan mengalami kelelahan, nyeri otot, hingga terpapar berbagai risiko dan kontaminasi.

Melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Kerja Aman, Lingkungan Nyaman: Pemberdayaan Pengelola Ikan Pindang di Kawasan Pesisir Pantai Puger, Kabupaten Jember melalui Ergonomi dan Inovasi Pengelolaan Limbah”, para dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Teknik UNEJ hadir untuk memberdayakan para pengolah ikan pindang di UD LASKAR AMIS, yang berlokasi di Jl. Manderan II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, dengan pelaksanaan pendampingan berlangsung sejak Juli hingga September.

Pelaksanaan Pelatihan Pengolahan Limbah
Pelaksanaan Pelatihan Pengolahan Limbah

Proses pengolahan ikan pindang di UD LASKAR AMIS diketahui masih menghasilkan limbah cair dan padat yang belum dikelola secara tepat. Limbah padat seperti sisik, kepala, dan tulang ikan masih dibuang secara langsung, sementara limbah cair hasil proses perebusan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak diolah terlebih dahulu.

“Permasalahan ini penting diatasi agar tidak hanya kesehatan pekerja yang terjaga, tetapi juga lingkungan pesisir tetap lestari,” jelas Globila Nurika, S.KM., M.KL, sebagai ketua pelaksana kegiatan saat memaparkan tujuan program.

Photo
Photo

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tim dosen UNEJ memberikan dua solusi utama. Pertama, mengenai penerapan prinsip keselamatan kerja dengan pendekatan ergonomi dan penggunaan APD. 

Para pekerja dilatih untuk menyesuaikan posisi kerja yang benar agar tidak menimbulkan kelelahan atau cedera pada otot dan tulang.

Mereka juga difasilitasi dengan APD yang sesuai, seperti sarung tangan karet atau anti panas untuk melindungi tangan dari bahan panas dan luka gores, apron plastik untuk menjaga tubuh tetap kering dan higienis, serta sepatu boot anti selip yang mengurangi risiko terpeleset di lingkungan kerja yang licin dan basah.

Penggunaan APD dan Alat Kerja Ergonomis
Penggunaan APD dan Alat Kerja Ergonomis

Kedua, dengan memperkenalkan pengelolaan limbah pengolahan ikan pindang secara berkelanjutan. Limbah padat seperti sisik dan tulang ikan diolah kembali menjadi pupuk organik atau pakan ternak melalui proses pengomposan dan fermentasi.

Sementara itu, limbah cair yang dihasilkan diolah melalui proses penyaringan dan pengendapan sederhana sebelum dibuang, agar tidak mencemari air tanah atau perairan.

Bahkan, limbah cair ini dapat dimanfaatkan lebih lanjut menjadi POC (Pupuk Organik Cair) yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Sebagai bentuk nyata penerapan konsep ergonomi, tim dosen UNEJ juga membantu pembuatan meja dan kursi kerja ergonomis bagi para pekerja di UD LASKAR AMIS. Peralatan tersebut dirancang agar sesuai dengan postur tubuh pekerja.

Penggunaan APD dan Alat Kerja Ergonomis
Penggunaan APD dan Alat Kerja Ergonomis

Sehingga, aktivitas seperti memotong atau membersihkan ikan dapat dilakukan dengan posisi yang lebih nyaman.

Dengan peralatan yang ergonomis, para pekerja tidak hanya merasakan penurunan keluhan nyeri otot dan kelelahan, tetapi juga mengalami peningkatan produktivitas dan penurunan risiko gangguan muskuloskeletal (MSDs).

Program “Kerja Aman, Lingkungan Nyaman: Pemberdayaan Pengelola Ikan Pindang di Kawasan Pesisir Pantai Puger, Kabupaten Jember nelalui Ergonomi dan Inovasi Pengelolaan Limbah” tersebut tidak hanya memberikan dampak positif bagi pekerja, tetapi juga turut berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan usaha pengolahan ikan pindang yang lebih berkelanjutan.

“Harapannya, program ini dapat menjadi contoh praktik baik bagi pelaku usaha kecil lainnya di sektor perikanan agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan,” pungkas Globila.

Dengan adanya kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal seperti UD LASKAR AMIS, masyarakat pesisir Puger kini memiliki peluang lebih besar untuk bekerja dengan aman, produktif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Dosen #puger #UNEJ