SUMBERSARI, Radar Jember — Tak ada alasan untuk tidak menempuh pendidikan tinggi di era modernisasi saat ini. Perkembangan digitalisasi dunia pendidikan memudahkan masyarakat mengenyam pendidikan tinggi. Keberadaan Universitas Terbuka sejak 40 tahun lalu pun turut berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia.
Di kampus tanpa tembok ini, lahir para pembelajar seumur hidup. Ada guru yang mengajar sambil kuliah, ibu rumah tangga yang menyelesaikan studi di tengah kesibukan keluarga, pramugara dan pramugari yang setiap hari harus berpindah-pindah negara.
Ada pula make up artist yang keliling dari satu tempat ke tempat lainnya, content creator yang harus banyak menciptakan ide kreatif dari genggaman tangan, hingga para pekerja yang mengejar gelar tanpa harus meninggalkan profesinya.
Beragam profesi itu ada di Universitas Terbuka. Mereka belajar bersama tanpa memandang latar belakang.
Terbaru, sebanyak 773 wisudawan dikukuhkan pada Wisuda Universitas Terbuka Jember Periode I Tahun 2025, Rabu kemarin (30/4). Untuk pertama kalinya, UT Jember mengukuhkan wisudawan dari Program Studi Doktor Ilmu Manajemen.
Rangkaian wisuda diawali dengan seminar akademik dengan tema membangun peradaban melalui nilai budaya, etika, dan karya nyata, Selasa (29/4). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari dosen UIN KHAS Jember Basuki Kurniawan, S.H., M.H. dan Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi Prof Agus Trihartono, M.A. Ph.D. Kegiatan dipandu moderator Angga Wisudawan, S.Kom.I., M.Med.Kom.
Direktur UT Jember Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd. dalam sambutan kegiatan seminar itu menyampaikan, peradaban besar tidak dibangun dalam semalam.
Ia tumbuh dari akar budaya yang dijaga, dari nilai etika yang diwariskan, dan dari karya nyata yang tidak hanya menjadi jejak, tapi juga pembuka jalan bagi generasi selanjutnya. Membangun peradaban, kata dia, adalah tugas yang dimulai dari dalam diri sendiri. ”Dengan tema ini, besar harapan dapat menjadi kompas moral dan intelektual dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga tangguh dalam karakter dan perilaku,” katanya, Selasa (29/4).
Selanjutnya, pada Wisuda Universitas Terbuka Jember, wisudawan doktor pertama yang dikukuhkan adalah Dr Muhammad Aan Auliq, S.T., M.T., yang juga dosen dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember.
Pengukuhan oleh Rektor Universitas Terbuka ini diwakili Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Dr Meita Istianda, S.I.P., M.Si. ”Saudara adalah bukti bahwa pendidikan bukan hak segelintir orang, melainkan hak setiap insan yang mau berusaha, apa pun profesinya”, jelas Meita Istianda.
Sementara itu, lulusan doktor pertama Universitas Terbuka Jember, Muhammad A'an, mengatakan, UT memberikan kemudahan besar bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan profesi atau aktivitas lainnya.
Sebab, metode perkuliahannya fleksibel dan mudah diakses dari berbagai tempat. UT, kata dia, menjadi solusi nyata untuk pendidikan tinggi yang inklusif dan terjangkau. ”Kuliah di UT bisa sambil kerja. Semua online, tapi dengan syarat, yaitu disiplin dan rajin”, tuturnya.
Universitas Terbuka Jember merupakan perguruan tinggi negeri yang memberikan kemudahan dalam belajar untuk pemerataan pendidikan tinggi di masyarakat. Biaya terjangkau dan kuliah yang bisa diakses di mana pun dan kapan saja, serta telah tersertifikasi BAN-PT makin menjadikan UT pilihan utama generasi Z untuk menempuh pendidikan tinggi.
Ayo, segera bergabung bersama UT Jember. Pendaftaran dibuka mulai bulan Juni 2025 melalui admisi-sia.ut.ac.id. Informasi lebih lanjut silakan hubungi WhatsApp 08113197676 atau Telegram 08155167676. (ika/kin/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi