Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hari Kartini, Dosen Teknik Unej Ajak Mahasiswa Berkebaya Mengenang Perjuangan Kartini

Alvioniza • Rabu, 23 April 2025 | 06:15 WIB
Photo
Photo

JEMBER, RADARJEMBER- Peringatan Hari Kartini bukan hanya mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini tapi juga sebagai bukti kekuatan dan harapan para perempuan Indonesia.

Setiap tanggal 21 April ini masyarakat Indonesia menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Kartini.

Salah satunya dengan mengenakan kebayadalam kegiatan sehari-hari seperti yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Jember.

 Budaya memakai kebaya sebagai pakaian sehari-hari mendorong Dosen Teknik Universitas Jember Ir Nunung Nuring Hayati, ST., MT untuk mengajak mahasiswa berkebaya di momen Hari Kartini, kemarin (21/4). Selain menunjukkan identitas nusantara, kebaya juga bisa dipakai di segala aktivitas.

Wakil Ketua Komunitas Kebayaan Jember itu memandang bahwa dengan berkebaya Akan membuat pemakainya otomatis menjaga etika dan nilai luhur bangsa.

Teladan itu lantas membuat mahasiswanya tanpa diminta kerap berkebaya di berbagai event kemahasiswaan sebagai dress code.

"Nilai kesopanan dan etika melekat pada kebaya," tutur Nunung.

Photo
Photo

Nilai-nilai perjuangan Kartini masih hidup dan relevan dalam kehiduapan sehari-hari. Di tengah kemajuan teknologi dan informasi perempuan Indonesia mampu menunjukan prestasi dan kemampuannya.

Punya kesempatan menempuh pendidikan hingga doktor adalah hal yang sangat disyukuri dosen Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej), Ir Nunung Nuring Hayati ST MT.

Perjuangan emansipasi perempuan oleh RA Kartini menurutnya harus diteruskan. Terlebih kontribusi perempuan kini mulai diperhitungkan dalam berbagai bidang.

Wakil Ketua Komunitas Kebayaan Jember itu mengatakan, perempuan punya kebebasan mengembangkan diri. Berpendidikan dan memperluas hubungan sosialnya di ranah publik.

Seperti aktif dalam kegiatan sosial budaya sebagai bentuk nyata perjuangan meraih kesetaraan.

"Berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan maju," kata perempuan yang juga Wakil Ketua Asosiasi Perencana Indonesia Wilayah Jatim itu.

Nunung menujukan bagaimana perempuan tetap bisa bersinar dan berprestasi dalam berbagai bidang seperti bisnis, pendidikan, seni, social bahkan politik.

Sebagai perempuan Nunung merasa memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita dan harapan Kartini.

Peringatan Hari Kartini menjadi refleksi para perempuan Indonesia untuk tetap meneruskan perjuangan dan komitmen yang telah bangun oleh Kartini. Menciptakan masa depan yang inklusif dan setara bagi warga Indonesia

 

 

Editor : Alvioniza
#dosen teknik sipil #UNEJ #Berkebaya #hari kartini