JEMBER, RADARJEMBER- Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar stadium general bersama Bupati Jember Muhammad Fawait di hall BEC UIN KHAS, Jumat (14/3).
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jember, yang selama ini telah menjalin kerja sama erat dengan UIN KHAS.
Kesamaan visi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah wujud nyata dari semangat membangun daerah berbasis nilai-nilai santri.
Jember, dengan segala potensinya, telah menjadi rumah bagi santri-santri yang tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga mengembangkan diri dalam berbagai bidang keilmuan.
Salah satu hal yang menarik dari pidato tersebut adalah penekanan pada pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan.
Prof. Hepni menyoroti bagaimana banyak ketua lembaga di Kabupaten Jember berasal dari UIN KHAS Jember. Ini bukan kebetulan, tetapi sebuah tanda bahwa alumni UIN KHAS memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Prof Hepni mengutip sebuah ungkapan yang cukup dalam maknanya, “Seribu retorika dikalahkan dengan keteladanan.”
Prof Hepni mengungkapan bahwa kata-kata tersebut menjadi pengingat bahwa pemimpin sejati bukanlah mereka yang hanya pandai berbicara, tetapi mereka yang mampu memberikan contoh nyata.
"UIN KHAS Jember telah menjadi kawah candradimuka yang menempa para pemimpin masa depan, yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga integritas dan jiwa pengabdian," ujarnya.
Namun, di balik semua pencapaian tersebut, masih ada hal yang perlu diperbaiki. Dalam pidatonya, Prof. Hepni menyoroti kurangnya penerangan di lingkungan kampus UIN KHAS Jember.
Hal ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga simbol dari upaya menciptakan lingkungan akademik yang lebih baik.
Penerangan bukan hanya tentang lampu yang menyala, tetapi tentang bagaimana kampus ini terus berbenah untuk menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh civitas akademika.
Peningkatan penerangan mencerminkan visi untuk terus menerangi jalan keilmuan, sebagaimana ilmu itu sendiri adalah cahaya yang menuntun manusia menuju kebaikan.
Melalui sambutannya Prof Hepni mengajak seluruh civitas akademika untuk membangun Jember dan UIN KHAS dengan keilmuan dan keteladanan.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang nyata.
"Sebagai bagian dari UIN KHAS Jember, kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga semangat ini. Menjadi santri bukan hanya soal belajar agama, tetapi juga soal mengamalkan ilmu, menjadi teladan, dan terus berkontribusi bagi negeri," jelasnya.
Dengan sinergi yang kuat, keteladanan yang nyata, dan lingkungan akademik yang semakin baik, UIN KHAS Jember siap melangkah lebih jauh, menerangi masa depan dengan ilmu dan nilai-nilai kebajikan.
Editor : Alvioniza