Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tetap Bugar di Bulan Puasa Terapkan Type, Timing, Term, and Condition, Ini Saran Dari Dokter Spesialis Paru RSU Unmuh Jember

Radar Digital • Minggu, 9 Maret 2025 | 21:10 WIB

 

dr WAHYU AGUNG PURNOMO SpP  Dokter Spesialis Paru RSU Unmuh Jember
dr WAHYU AGUNG PURNOMO SpP Dokter Spesialis Paru RSU Unmuh Jember

SUMBERSARI, Radar Jember – Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah (RSU Unmuh) Jember, dr Wahyu Agung Purnomo, menjelaskan, puasa sebenarnya tidak menghalangi seseorang untuk tetap berolahraga.

Meskipun tubuh sedang dalam kondisi berpuasa, latihan fisik tetap bisa dilakukan dengan beberapa teknik dan cara yang tepat.

Menurutnya, saat berpuasa, asupan glukosa yang menjadi sumber energi utama tubuh mengalami penurunan. Padahal, olahraga membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar.

“Oleh karenanya, penting untuk menerapkan prinsip 3T (type, timing, dan term and condition) dalam berolahraga saat berpuasa,” jelasnya.

Type merupakan pemilihan jenis olahraga. Disarankan untuk memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.

Seperti jalan kaki, bersepeda, atau yoga. Sedangkan timing merupakan waktu berolahraga yang perlu diperhatikan.

Untuk olahraga ringan hingga sedang, waktu terbaik dilakukan saat pagi hari setelah sahur atau sore hari menjelang berbuka.

“Sedangkan olahraga berat sebaiknya dilakukan minimal dua jam setelah berbuka puasa,” imbuhnya.

Sementara, term and condition yaitu syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan oleh seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan olahraga.

Hal itu untuk memastikan jenis dan intensitas olahraga sesuai dengan kondisi fisik.

Selain memperhatikan olahraga, dr Wahyu juga menekankan pentingnya menjaga asupan cairan dan nutrisi selama berpuasa.

Orang yang sedang berpuasa cenderung mengalami dehidrasi, karena kebutuhan cairan hanya terpenuhi saat berbuka dan sahur.

“Dengan itu, disarankan untuk mengonsumsi minimal dua liter air per hari, yang bisa dibagi saat berbuka, malam hari, dan sahur,” paparnya.

Nutrisi juga harus seimbang. Saat berbuka dan sahur, pastikan mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, sedangkan protein membantu mempertahankan massa otot.

Lemak sehat juga diperlukan untuk menjaga metabolisme tubuh.

“Jadi, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Terapkan prinsip 3T dan jaga asupan nutrisi serta hidrasi tubuh, agar tetap bugar selama Ramadan,” pungkasnya. (ika/dhi/c2/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Unmuh Jember