Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Inovasi Mahasiswa KKN Unmuh Jember di Desa Temuguruh Banyuwangi, Sulap Sampah Jadi Paving

Radar Digital • Rabu, 26 Februari 2025 | 12:50 WIB

KEREN: Mahasiswa KKN Unmuh Jember sulap sampah menjadi paving di Desa Temuguruh, Banyuwangi.
KEREN: Mahasiswa KKN Unmuh Jember sulap sampah menjadi paving di Desa Temuguruh, Banyuwangi.
 

BANYUWANGI, Radar Jember - Siapa sangka, tumpukan sampah yang kerap dianggap musuh lingkungan kini justru menjadi berkah bagi warga Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Berkat inovasi brilian dari Kelompok 12 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), limbah plastik yang dulunya mencemari lingkungan kini disulap menjadi paving blok yang kokoh dan bernilai ekonomis.

Melalui program yang dimulai pada Senin, (18/2) lalu, para mahasiswa KKN ini menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan sampah.

Sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Sampah plastik dan limbah anorganik lainnya diolah menjadi paving blok yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga kuat dan tahan lama.

Koordinator Desa Kelompok 12 KKN Unmuh Jember Fikhih Wahyu Islany menjelaskan bahwa proses pembuatan paving blok ini dirancang agar mudah diterapkan oleh masyarakat setempat.

"Kami ingin memberikan solusi yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya berhenti saat KKN usai. Tetapi, bisa diteruskan oleh warga sebagai peluang usaha baru," ujarnya.

Tak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, inovasi ini juga membuka pintu baru bagi perekonomian warga.

Proses produksi paving blok yang sederhana dan murah memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat, termasuk UMKM lokal, untuk mengelolanya secara mandiri.

Produk paving ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan setapak desa atau dijual sebagai sumber penghasilan tambahan.

Sekretaris Desa Temuguruh Eko Irawan menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. "Apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa Unmuh Jember benar-benar memberikan dampak nyata. Mereka membuktikan bahwa generasi muda adalah agen perubahan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok 12 KKN Unmuh Jember Desinta Putri Ambarsari mengatakan, pembuatan paving blok dari limbah plastik ternyata tidak serumit yang dibayangkan.

Dia menjelaskan bahwa proses itu dimulai dengan pengumpulan sampah plastik. Selanjutnya, dibersihkan dan dipotong kecil-kecil agar mudah dilelehkan.

Setelah itu, panci dipanaskan dengan oli. Kemudian, memasukkan plastik secara bertahap. Jika campuran dirasa kurang cair, maka oli bisa ditambah.

Setelah plastik meleleh menjadi bubur, pasir sebanyak 2,5 cetok dicampurkan hingga merata.

Campuran tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan paving, ditekan dengan mesin pres agar padat, dan direndam dalam air hingga mengeras.

"Dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai guna, harapannya mahasiswa KKN ini tidak hanya menghadirkan solusi praktis. Namun, juga menginspirasi warga untuk melihat potensi di sekitar mereka," imbuh Desinta.

Ketua Program Kerja Banyuwangi Hijau Kelompok KKN 12 Putri Juliana Sorindawati Imelda mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu bagian dari visi besar kelompoknya untuk mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

"Untuk rencana ke depan, kami akan mencoba mengolah minyak jelantah menjadi produk aromaterapi," ungkapnya.

Program itu membuktikan bahwa dengan kreativitas dan semangat kolaborasi, tantangan lingkungan dapat diubah menjadi peluang yang menjanjikan. (ika/dhi/c2dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Unmuh Jember #KKN